|
Di Rumah Maulana Terdapat Stiker PKS
Minggu, 25 Maret 2007 | 20:59 WIB
TEMPO Interaktif, Surabaya:Tersangka teroris, Maulana Yusuf Wibisono alias Cholis dikenal sebagai aktivis Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Suprianto, Wakil Ketua RT 10 RW 06 Jalan Tambak Asri, Gang Putri Malu Nomor 21B Surabaya, menyatakan hal itu kepada Tempo. Salah satu indikasinya, kata dia, di depan rumah Maulana terdapat stiker PKS.
"Yang saya tahu dia PKS, tapi tidak pernah kampanye ke orang kampung, jadi hanya sebagian orang kampung yang tahu," kata Suprianto.
Menurut dia, Maulana adalah sosok pendiam dan mempunyai aliran berbeda dengan warga yang mayoritas Nahdlatul Ulama. "Dia tidak pernah ikut tahlilan, yasinan maupun tiba'an yang sering digelar oleh warga," ujarnya.
Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap Maulana pada Rabu (21/3) lalu sekitar pukul 07.00 WIB. Ia ditangkap sebagai pengembangan kasus penangkapan tersangka pelaku terorisme di Sleman, Yogyakarta sehari sebelumnya. Pada Sabtu dua hari lalu, Densus 88 menggeledah rumah Maulana sekitar pukul 15.00 WIB.
Supriyanto mengaku kaget atas penangkapan itu. Sebab, selama ini Maulana dikenal warga sekitar sebagai orang baik dan jarang ke luar rumah. Aktivitas rutinnya setiap hari,
“Mengantar-jemput anaknya sekolah."
Matrawi, warga lainnya juga menilai Maulana sebagai pribadi yang sopan dan
bekerja sebagai penjual ikan di pasar dan pandai memberbaiki komputer. Aktivitas lainnya, Matrawi mengaku tak mengetahuinya. "Memang kadang dia pulang malam.”
Namun, Matrawi memastikan jika selama enam tahun tinggal di daerah Tambak Asri, Maulana tidak pernah menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan. Karena itu, ia dan tetangganya yang lain mengaku kaget ketika Densus menangkap lelaki asal Lamongan, Jawa Timur itu.
Maulana yang tinggal di rumah mertuanya, Mustaqim, Matrawi menambahkan, memiliki empat anak; tiga lelaki dan satu perempuan
Situasi di Jalan Tambak Asri, yang juga dikenal sebagai kampung pelacuran, pasca penangkapan Maulana alias Cholis terasa agak berbeda. Warga kampung tersebut kini umumnya cenderung tertutup terhadap orang - orang yang tak dikenal. Sejumlah polisi berpakaian preman dan wartawan setiap hari mendatangi lokasi penangkapan.
INDEKS BERITA LAINNYA :
|