Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Punya Posisi Tawar Kuat Menghadapi Singapura
Rabu, 21 Maret 2007 | 16:51 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan akan tetap bersikap tegas dan keras untuk menyelesaikan pembicaraan perjanjian kerjasama pertahanan (Defense Cooperation Agreement-DCA) yang masih alot dengan Singapura. Alasannya, Indonesia mempunyai posisi tawar yang tinggi dibandingkan Singapura.

"Kami akan bertahan pada posisi dasar bahwa syarat perjanjian harus menguntungkan Indonesia," ujar Juwono usai Seminar Air Power di Komplek Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Rabu (21/3).

Ketegasan ini terlihat dalam penolakan atas beberapa pasal, salah satunya mengenai kerangka waktu perjanjian. Juwono menyatakan menolak jangka waktu perjanjian hingga 25 tahun seperti keinginan Singapura. "Kami ingin setiap lima tahun untuk setiap perjanjian. Sedangkan mereka ingin memanfaatkan perjanjian untuk efisiensi anggaran. Kita tolak," ujar Juwono.

Menurut bekas Duta Besar Indonesia untuk Inggris tersebut, Indonesia berkeras dengan jangka waktu lima tahun karena pertimbangan siklus pemerintahan Indonesia yang hanya lima tahun. Dalam konteks pemerintahan lima tahunan, maka setiap perjanjian akan dipolakan lima tahunan pula. Sehingga bila ada penghentian, harus ada pemberitahuan kepada pihak yang terlibat dalam perjanjian.

Hingga kini pembicaraan kedua negara masih belum selesai, meskipun sudah melalui beberapa putaran sejak pemerintahan Presiden Megawati. Kedua negara belum mencapai kesepakatan mengangkut beberapa pasal dalam perjanjian itu.

Selain masalah jangka waktu, hal yang masih menggantung terkait keterlibatan pihak ketiga dalam latihan, wilayah latihan militer dan pembiayaan, hak tradisional, serta yuridiksi perjanjian. Dewan Perwailan Rakyat dan pengamat menghendaki Departemen Pertahanan lebih tegas dan jangan terlalu mengalah pada keinginan Singapura.

Juwono menyatakan bila Singapura masih tetap bersikeras, Indonesia masih mempunyai senjata. Senjata yang dimaksudkan adalah posisi tawar Indonesia yang cukup kuat. Bila Indonesia tidak menyepakati perjanjian, Singapura tidaak akan mempunyai keabsahan terhadap sesuatu yang mereka kehendaki. "Posisi kita lebih kuat," tegas Juwono.

Masalah DCA ini tidak akan dibicarakan dalam pertemuan Menteri Pertahanan se-ASEAN dalam waktu dekat ini. Menurut Juwono, pertemuan tersebut hanya merupakan pertemuan informal dan tidak akan membicarakan tentang masalah bilateral. Dian Yuliastuti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Panglima: Perang Bukan Pilihan Terbaik
Menteri Pertahanan Mencari Tiga PNS Ahli Strategi Militer
Presiden Sahkan Dua Undang-Undang Keamanan
KSAL Ngotot Ingin Pemekaran Tiga Komando Wilayah

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95979 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data