Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemulangan Lima Jenazah Warga Australia Tunggu Surat Polisi
Minggu, 11 Maret 2007 | 19:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lima jenazah warga Australia yang tewas dalam kecelakaan pesawat Garuda, hingga Minggu (11/3) belum bisa dibawa pulang ke negara asalnya. Sebab untuk mengangkut kelima jenazah itu, dibutuhkan persyaratan administrasi dari pemerintah Indonesia. Meski sudah dimasukkan ke dalam peti, kelima jenazah itu masih berada di ruang laboratorium forensik RS Sardjito Yogyakarta.

Untuk mengurus administrasi pemulang kelima jenazah, pemerintah Australia telah menunjuk Perkumpulan Urusan Kematian Jogjakarta (PUKJ). Saat ini, PUKJ masih mengurus administrasi yang dibutuhkan seperti akta kematian dari Pemerintah Kabupaten Sleman, Surat Kematian dari rumah sakit, surat keterangan kepolisian dan surat jalan membawa jenazah dari kepolisian.

"Surat-surat itu baru akan diurus Senin sehingga paling cepat jenazah baru bisa dibawa ke Australia pada Selasa besok," kata salah satu pengurus PUKJ, Gito Handoko.

Kecelakaan pesawat Garuda Rabu (7/3) di Yogyakarta telah merenggut 21 korban jiwa dengan lima di antaranya adalah warga Australia. 17 korban dari warga Indonesia, semuanya telah dibawa pulang oleh keluarga masing-masing. Sementara kelima jenazah warga Australia masih menunggu kelengkapan administrasi.

Lima korban warga Australia itu masing-masing juru bicara Kedubes Australia untuk Indonesia, Elizabet Oneil, Bryce Steel dan Mark Scott keduanya adalah anggota polisi federal Australia (AFP), pejabat Ausaid Allison Sudrajat dan wartawan Australia Henry Morgan. syaiful amin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Setelah Tragedi Lion Air | 06 Desember 2004
Misteri Lion di Kedung Gobyah | 06 Desember 2004
Tabrakan Maut di Situbondo | 13 Oktober 2003
Album | 26 Januari 2004
Menguak Tewasnya 148 Penumpang  | 12 Januari 2004
Twin Otter Jatuh di Papua  | 05 Mei 2003
Penyebab Jatuhnya Heli Masih Gelap  | 10 Maret 2003
Pesawat Jatuh  | 10 Maret 2003
Lokasi Baru Jatuhnya Pesawat Deraya  | 17 Pebruari 2003
Pesawat Cessna Jatuh  | 10 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Bangkai Garuda dipotong-potong
Kotak Hitam Garuda Tak Bisa Dibaca
Juru Bicara Kedubes Australia Dipastikan Tewas
Landasan Pacu Bandara Adisucipto Segera Diperpanjang
Hanya Empat Pesawat Muda di Polonia
Peluncuran Buku Prof Koesnadi Tetap Digelar
Bangkai Pesawat Garuda Belum Dipindahkan
Lima Korban Garuda Berhasil Diidentifikasi
Telepon Gratis Kecelakaan Garuda
Polisi Selidiki Pilot Garuda Terkait Dugaan Human Error
> selengkapnya...

Referensi

Pendaratan Maut
Berjejalan Menjemput Maut
Bagaimana Identifikasi Korban Garuda
Pesawat Cassa 212 PK 2032
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
MAUT DI 35 RIBU KAKI

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk95239 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data