Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Landasan Pacu Adisucipto Dinilai Standar
Rabu, 07 Maret 2007 | 16:04 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta:
Dugaan yang mengatakan penyebab kecelakaan pesawat Garuda GA-200 di Yogyakarta adalah pendeknya landasan pacu dibantah keras pihak PT Angkasa Pura II Yogyakarta. Panjang dan lebar landasan pacu yang dimiliki bandara itu dinyatakan telah sesuai standar internasional.

"Panjang landasan pacu Bandara Adisucipto 2.250 meter dan lebar 45 meter. Ini sudah mampu untuk landing dan take off pesawat jenis Boing 737/400 seperti pesawat yang mengalami musibah ini," kata Manajer Keuangan PT Angkasa Pura II Yogyakarta, Ary Subagyo, Rabu (7/3).

Ukuran itu, katanya, sudah memenuhi standar yang ditetapkan dan lazim secara internasional. "Jadi tidak benar jika musibah ini disebabkan oleh kondisi runway bandara," ia menegaskan.

Selama ini pun, Ary menambahkan, tidak ada masalah pada landasan pacu bandara. Setiap hari pesawat sejenis Boeing yang mengalami musibah itu selalu mendarat dan mengudara di Adisucipto, dan tidak ada persoalan.

Ary menjelaskan kondisi cuaca saat terjadi musibah juga cukup aman untuk pendaratan. Saat itu, kata dia, angin bertiup dengan kecepatan sekitar 5 knot dan cuaca dalam kondisi calm.

"Saya tidak tahu persis apa penyebab kecelakaan itu. Semuanya telah diserahkan kepada tim Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT), yang saat ini sedang menyelidiki," kata Ary.

Tentang komunikasi terakhir antara pilot dengan petugas menara di bandara, Ary Subagyo menyatakan hasil rekaman masih diteliti dan sedang dalam proses pembacaan. "Saya juga belum bisa mengatakan karena hasil rekaman masih dibaca," kata Ary.Syaiful Amin

Dari Arsip Majalah TEMPO
Setelah Tragedi Lion Air | 06 Desember 2004
Misteri Lion di Kedung Gobyah | 06 Desember 2004
Tabrakan Maut di Situbondo | 13 Oktober 2003
Album | 26 Januari 2004
Menguak Tewasnya 148 Penumpang  | 12 Januari 2004
Twin Otter Jatuh di Papua  | 05 Mei 2003
Penyebab Jatuhnya Heli Masih Gelap  | 10 Maret 2003
Pesawat Jatuh  | 10 Maret 2003
Lokasi Baru Jatuhnya Pesawat Deraya  | 17 Pebruari 2003
Pesawat Cessna Jatuh  | 10 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

20 Korban Garuda Belum Bisa Diidentifikasi
Sejumlah Wartawan Korban Kecelakaan Garuda
PM Australia: Terbakarnya Pesawat Garuda Bukan Akibat Teroris
Seorang Pramugari Garuda Selamat
Garuda Siapkan Pesawat Untuk Keluarga Korban
Dua Anggota Kerajaan Brunei Masuk Daftar Korban Luka
Penerbangan Garuda Tertunda Tiga Jam
Nasib Pengurus PP Muhammadiyah dan Mantan Rektor UGM Belum Jelas
Alexander Downer Kunjungi Korban kecelakaan Garuda
Garuda Siapkan Dua Pesawat Angkut Keluarga Korban
> selengkapnya...

Referensi

Pesawat Cassa 212 PK 2032
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
MAUT DI 35 RIBU KAKI

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk94966 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data