|
Panglima TNI : Tugas “Sampingan” Pasukan Garuda Dapat Respon Positif
Minggu, 04 Pebruari 2007 | 19:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pasukan Garuda XXIII-A yang tengah bertugas menjalankan misi perdamaian PBB di Libanon mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat setempat.
Respon positif dari masyarakat Libanon ini terutama terhadap tugas-tugas “sampingan” yang dilakukan pasukan Garuda disana. Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mengatakan, tugas “sampingan” ini justru bukan tugas utama yang dibebankan PBB kepada pasukan perdamaian dari Indonesia ini.
“Tugas-tugas sampingan itu seperti yang juga dilakukan pasukan TNI di Indonesia, misalnya bersama masyarakat memperbaiki jalan, memperbaiki bekas-bekas pemboman dan memberikan pengobatan kepada masyarakat, itu yang cukup berhasil,” ujar Djoko kepada Tempo via telepon saat transit di Dubai, dalam perjalanan menuju tanah air, Minggu (4/2) siang.
Panglima TNI berangkat ke Libanon untuk mengunjungi pasukan Garuda XXIII-A sejak Kamis malam lalu. Dalam kunjungan itu, Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda yang sedang mengunjungi Suriah turut bergabung untuk meninjau pasukan Garuda hingga ke pos-pos yang berada di perbatasan Libanon-Israel.
Respon positif tidak hanya datang dari warga Libanon, tapi juga dari pihak militer Libanon. “Saat bertemu Panglima tentara Libanon, mereka memberikan apresiasinya,” ujar Djoko.
Sementara itu mengenai tugas utama pasukan Garuda yakni melakukan patroli perdamaian, menurut Djoko, relatif berjalan lancar tanpa menemui kendala yang berarti. “Karena dari yang bertikai juga tidak ada lagi tembak menembak,” katanya. Patroli itu dilakukan kontingen pasukan Garuda secara bergantian selama 24 jam di sejumlah lokasi.
Djoko juga meluruskan pemberitaan bahwa pasukan Garuda di Libanon bertugas membersihkan ranjau yang tersebar di wilayah konflik tersebut. Hal ini karena ada unit khusus dari pasukan perdamaian PBB yang bertugas untuk membersihkan ranjau. “Kalau pasukan kita menjumpai ranjau, hanya memberi tanda kemudian melaporkannya kepada tim khusus UNIFIL (United Nations Interim Force in Libanon),” katanya.
Soal logistik pasukan yang sebelumnya dibawa dari Indonesia, sejak dua pekan lalu PBB telah mensuplai bahan makanan untuk pasukan Garuda XXIII-A. “Mereka (PBB) memberikan daftar makanan, segala macam ada, sehingga pasukan kita tinggal memilih apa yang dibutuhkan,” papar Djoko.
Bahan makanan yang disuplai PBB tersebut seperti bahan makanan kaleng, sayuran, daging dan ayam, yang cukup memenuhi kebutuhan kalori pasukan, sebesar 4300 kalori per-orang. dimas adityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|