|
Kementrian Lingkungan Tak Berpihak Soal PLTNuklir
Rabu, 24 Januari 2007 | 17:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Staf Ahli Menteri Negara Lingkungan Hidup bidang Teknologi dan Pembangunan Berkelanjutan, Dana A. Kartakusuma menyatakan kementerian tidak memihak dalam kontroversi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
“Posisi Kementerian lingkungan hidup bukan pro atau kontra, kami hanya menyajikan fakta-fakta,” kata Dana dalam jumla pers tentang 'Perubahan Iklim' di kantornya siang tadi.
Menurut Dana, terus bergulirnya pro-kontra terhadap PLTN
karena isu nuklir bukan semata isu sosial dan lingkungan hidup, tapi juga soal persepsi. Karena itu, dalam proses pembuatan analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), seluruh pihak harus diundang. "Kita harus duduk bersama untuk mendiskusikan nuklir perlu atau tidak,” ujarnya.
Dari segi dampak terhadap lingkungan hidup, Dana mengakui nuklir tidak menghasilkan emisi. “Boleh dibilang emisinya nol,” jelasnya. Namun, masalah terbesar adalah sistem pengelolaan limbah radio aktif. Ia mengingatkan kebocoran radiasi yang pernah terjadi di Ukraina.
Pada 26 April 1986, pembangkit listrik Chernobyl di Pripyat, Ukraina meledak dan menewaskan 30 orang. Selain itu, sekitar 142 ribu kilometer persegi wilayah Ukraina utara terkontaminasi, dan sepertiga juta orang mengungsi. Radiasi juga menyebabkan epidemic kanker tiroid (gondok) pada anak-anak.
“Investasi nuklir sangat tinggi tapi umurnya relatif panjang. Bahan bakunya uranium, tidak banyak negara yang punya. Yang punya cadangan uranium besar adalah Australia,” kata Dana. Dwi Riyanto Agustiar
INDEKS BERITA LAINNYA :
|