|
PKS Tidak Akan Ikut Rebutan Kocok Ulang Pimpinan DPR
Selasa, 09 Januari 2007 | 22:29 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Partai Keadilan Sejahtera tidak akan ikut bertarung memperebutkan posisi pimpinan DPR jika terjadi kocok ulang pimpinan DPR. Usulan kocok ulang pimpinan DPR ini bergulir setelah Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif di copot keanggotannya dari DPR oleh Partai Bintang Reformasi.
Anggota Fraksi PKS Irwan Prayitno mengatakan partainya belum menentukan sikap terhadap rencana kocok ulang pimpinan DPR itu. Dia menegaskan PKS tidak berkepentingan dalam kocok ulang pimpinan DPR itu. Menurut Irwan, PKS tidak akan ikut memperebutkan jabatan pimpinan DPR itu. "PKS dan PAN rasanya tidak akan ikut berebut karena sudah ada wakil di MPR," ujarnya.
Namun, anggota Komisi Pendidikan ini lebih setuju jika kocok ulang pimpinan DPR menggunakan sistem proposional. Dimana partai-partai besar akan menempatkan wakilnya sebagai pimpinan di DPR.
Dia memperkirakan dengan sistem proposional, posisi yang ditinggalkan Zaenal Ma'arif, akan diperebutkan antara Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan. Kedua partai ini memiliki suara yang besar dalam pemilu lalu namun tidak memiliki wakil di pimpinan DPR dan MPR. Irwan mengatakan dengan sistem proposional, posisi Muhaimin Iskandar sebagai Wakil DPR juga akan terancam.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Bintang Reformasi (PBR) secara resmi mencabut keanggotaan Zaenal Ma'arif dan merecallnya dari keanggotaannya di DPR, hari(9/1) ini. Zaenal dinilai telah melakukan sikap pembangkangan dan perlawanan terhadap garis kebijakan partai. Zaenal akan mengajukan gugatan ke pengadilan terhadap pencopotan dirinya sebagai anggota DPR.
Irwan tidak yakin kocok ulang ini akan dilakukan. Penyebabnya, surat pencopotan anggota DPR itu harus melalui pimpinan DPR. "Kalau pimpinan DPR terganggu pisisinya, bagaimana kalau pimpinan DPR tidak memproses ke Presiden," ujarnya. SUTARTO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|