Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jemaah Haji Siapkan Class Action
Jum'at, 05 Januari 2007 | 01:54 WIB

TEMPO Interaktif, JakartaKetua Tim Pengawas Haji DPR Hasrul Azwar mengungkapkan, sejumlah anggota jemaah haji akan mengajukan gugatan class action terhadap Menteri Agama Maftuh Basyuni. Hal itu terkait dengan kisruh penanganan katering, sehingga lebih dari 180 ribu anggota jemaah haji tidak mendapatkan makan selama dua hari.

"Saya dengar sebagian anggota jemaah sudah ada yang berniat menggugat Menteri. Saya bisa memahaminya karena itu hak mereka," kata Hasrul, yang juga Ketua Komisi VIII DPR, saat dihubungi Tempo kemarin.

Suradi, anggota jemaah haji asal Cipayung, Depok, yang masuk kelompok terbang (kloter) 82, membenarkan soal rencana itu. Anggota jemaah haji di tiap kloter dan maktab terus merapatkan barisan guna menyatukan langkah dan sikap. Mereka juga akan meminta bantuan pakar untuk membantu melakukan upaya hukum. "Pematangan, soal teknis hukum, dan siapa pengacaranya akan kami putuskan di Jakarta nanti," katanya.

Secara garis besar, jemaah haji akan menuntut agar pejabat berwenang yang melakukan kesalahan segera ditindak atau dipecat dari jabatannya dan ada kemungkinan akan meminta ganti rugi materiil dan imateriil. Sebab, uang 300 riyal yang diberikan pemerintah bukan ganti rugi, melainkan hak milik jemaah haji yang harus dikembalikan karena tidak dipakai.

Selain soal katering, jemaah haji akan menuntut soal kualitas pemondokan yang, di banyak tempat, ada ketidaksesuaian antara yang dijanjikan pemerintah dan kenyataan di lapangan.

Suradi menggambarkan, anggota jemaah haji kloter 82 menempati rumah susun dengan fasilitas minim di Distrik Misfallah, maktab 40, rumah nomor 651. "Padahal kami bayar untuk pemondokan sekelas hotel," ujarnya.

Izzul Muslimin, Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, menyatakan akan membuka posko pengaduan untuk memfasilitasi upaya class action jemaah haji itu. Posko akan ditempatkan di kantor Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya Nomor 62, Jakarta Pusat.

"Class action dapat menjadi pembelajaran bagi pemerintah agar lebih serius dalam menangani soal katering dan urusan haji secara luas," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Muchtar Ilyas menyatakan, pada prinsipnya, pihaknya siap menghadapi gugatan jemaah haji. "Itu memang hak anggota jemaah yang memang dirugikan," ujarnya.

Sementara itu, Masyhuri A.M., Kepala Pusat Informasi Keagamaan dan Kehumasan Departemen Agama, mensinyalir ada sabotase di balik gagalnya penyelenggaraan katering haji di Arafah dan Mina pekan lalu. Indikasinya, kata dia, Muassasah (kumpulan maktab) Asia Tenggara yang biasa mengurusi katering menolak menyediakan sarana dapur dan peralatan untuk digunakan Anna for Development Est. "Padahal persoalan tersebut telah dibahas dalam rapat teknis," ujarnya.

Selain itu, Anna tidak diperkenankan menggunakan akses ke dapur-dapur yang terdapat di perkemahan maktab di Arafah. Ketika Anna ingin memasang atau menginstal alat dapur, malah dirusak, walaupun tidak ada yang bisa memberi tahu siapa yang melakukannya. "Jadi ini ada unsur sabotase dan kami yang kena getahnya. Ide awalnya on the right track," kata Masyhuri.
Namun, menurut Hasrul, kesimpulan semacam itu terlalu prematur. Ia meminta semua pihak menahan diri karena Presiden telah membentuk tim investigasi, yang dipimpin mantan Menteri Agama Tolchah Hasan. "Biarkan tim yang mengusut dan mengurai benang merahnya," kata Hasrul. Ninin Damayanti | Sudrajat

Dari Arsip Majalah TEMPO
Pengurusan Haji  | 06 April 1999
Arifin Panigoro  | 23 Maret 1999
Rimba Dana Abadi  | 02 Maret 1999
Sudah Mahal, Dipalak Pula  | 02 Maret 1999
Tabung Sepuluh Ringgit  | 02 Maret 1999
Haji Incorporated: Bisnis, Kolusi, dan Manipulasi  | 02 Maret 1999
Berhaji Mahal tanpa Rasa Kesal  | 02 Maret 1999
Paket haloHAJI Telkomsel  | 23 Pebruari 1999
Kloter Khusus ke Tanah Suci  | 09 Pebruari 1999
Jemaah Haji Sandal Jepit | 01 November 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Katering Haji Gagal, Pemuda Muhammadiyah Akan Ajukan Class Action
Menteri Agama: Tidak Bermaksud Jahat
Partai Demokrat Menentang Interpelasi Haji
Katering ANNA Dipilih Atas Desakan DPR
Pasokan Makanan Masih Tersendat
Katering Haji Kembali Ke Muasasa
DPR Akan Panggil Menteri Agama
Satu Jamaah Meninggal, Lima Pingsan
Jamaah Haji Indonesia Kelaparan di Arafah
Seorang Tewas dalam Kecelakaan Bus Jemaah Haji Indonesia
> selengkapnya...

Referensi

Keppres No. 49/2004 tentang Biaya Penyelenggaraan Haji 2005
Keppres No. 22/2001 tentang Badan Pengelola Dana Abadi Umat
Kepres RI No. 45 Thn.2003 Tentang Biaya Penyelenggara Ibadah Haji Thn. 2004
> selengkapnya...

Website

Informasi Haji - Depag
Situs Informasi Haji
Departemen Agama
Majelis Ulama Indonesia

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk90677 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data