Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Perjumpaan Terakhir Pilot Adam Air dengan Istri dan Anaknya
Selasa, 02 Januari 2007 | 19:03 WIB

TEMPO Interaktif, Surabaya:Keluarga pilot pesawat Adam Air jenis Boeing 737-400 yang jatuh di desa Ranoan, Matangga, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengisahkan kenangan terakhirnya dengan Kapten Refri Agustian Widodo.

Menurut Sita Sari, adik ipar Widodo, sebelum berangkat almarhum sempat menitipkan pesan untuk minta didoakan supaya selamat dalam mengemudikan pesawat.

“Dia berupang kali minta istri dan anaknya berdoa. Ini tak biasa dilakukan sebelumnya,” ujar Sita Sari ketika ditemui di Perumahan Pepelegi Blok C 12 siang tadi.

Seperti diketahui pesawat Adam Air jatuh menabrak gunung kemarin sore dalam perjalannya dari Surabaya-Manado. Sebanyak 96 penumpang diperkirakan seluruhnya meninggal.

Widodo, kata Sita, sebelum berangkat tiba-tiba merasa enggan untuk pergi. Perasaan itu karena cuaca rute penerbangan arah Makassar dan Menado memang buruk.
Sebelum berangkat Widodo berkali-kali menitipkan pesan kepada istrinya untuk selalu mendoakannya.

Pesan yang jarang terdengar dari Widodo inipun membuat keluarga sedikit cemas. Apalagi Widodo biasanya selalu menelepon keluarga setibanya di bandara. ”Tapi setelah dua jam dari jadwal kedatangan, dia tak kunjung menelepon,” tutur Sita.

Zulfiah, istri Widodo yang lebih dulu menelpon maskapai Adam Air untuk meminta kejelasan kondisi pesawat yang dikemudian suaminya. ”Saat itulah keluarga baru mengetahui jika pesawatnya jatuh,” kata Sita.

Zulfiah sendiri pagi tadi berangkat ke Makassar ditemani dua dari tiga anaknya yaitu M. Reza Widodo (16)dan Putri Refriandini (13).

Rohman Taufiq

Dari Arsip Majalah TEMPO
Setelah Tragedi Lion Air | 06 Desember 2004
Misteri Lion di Kedung Gobyah | 06 Desember 2004
Artha Rimba Tenggelam  | 14 Pebruari 1999
Tabrakan Maut di Situbondo | 13 Oktober 2003
Lintas Internasional | 01 Maret 2004
Album | 26 Januari 2004
Menguak Tewasnya 148 Penumpang  | 12 Januari 2004
Twin Otter Jatuh di Papua  | 05 Mei 2003
Penyebab Jatuhnya Heli Masih Gelap  | 10 Maret 2003
Pesawat Jatuh  | 10 Maret 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Empat penerbangan Adam Air Ditiadakan
Calon Penumpang Kapal Terkatung-katung
Satu Keluarga Jadi Korban Pesawat Adam Air
Mayat Korban Kapal Senopati Jadi Makanan Burung
Penerbangan Diminta Menerapkan Kewaspadaan Tinggi
Tiga Jenazah Korban KMP Senapati Teridentifikasi
Pemerintah Rembang Siapkan Kuburan Massal Korban Senapati
Keluarga Korban KMP Senapati Stress
Pengelola Transportasi Diminta Utamakan Keselamatan
Menteri Koperasi Diminta ke Lokasi Jatuhnya Adam Air
> selengkapnya...

Referensi

Pesawat Cassa 212 PK 2032
PP RI No. 8 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 1 Tahun 1998 Tentang Pemeriksaan Kecelakaan Kapal
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk90476 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< January,2007>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data