Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Minta Lemhanas Cari Formula Baru Stabiltas Nasional
Rabu, 13 Desember 2006 | 20:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) memikirkan bagaimana memelihara dan mempertahankan stabilitas nasional Indonesia pada era keterbukaan, kebebasan dan demokrasi.

"Caranya tentu berbeda dengan cara yang pernah kita lakukan di waktu lalu," ujar dia dalam pembekalan Kursus Regular Angkatan ke-39 Lemhanas, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/12).

Presiden berharap, idiom penciptaan stabilitas tidak melulu dikaitkan dengan Orde Baru, otoritarian dan bertentangan dengan demokrasi. "Tolong pahami betul arti dari stabilitas dalam masyarakat terbuka dalam era demokrasi, dibandingkan dengan yang tertutup yang terjadi di waktu yang lalu," tegas dia.

Menurut Presiden, masyarakat Indonesia belum memberikan perhatian sungguh-sungguh terhadap stabilitas. Padahal, ujar dia, pembangunan di negara penganut sistem demokrasi apa pun memerlukan stabilitas nasional yang baik.

Padahal, tambah, Presiden, guncangan terhadap stabilitas nasional pasti ada. Hanya, "guncangan harus dikelola dengan baik. Pemerintah mampu tidak mengelola guncangan itu untuk tidak menguncangkan habis-habisan keadaan dalam negeri."

Ia menjelaskan, teori yang mengatakan stabilitas berbanding terbalik dengan kebebasan dan keterbukaan masih bisa diperdebatkan. Namun ia mengaku akan meninggalkan teori yang mendikotomikan stabilitas dengan kebebasan dan keterbukaan. "Tinggalkan pendekatan ini. Saya tidak akan menggunakan pendekatan ini."

Hal ini, jelas dia, karena negara penganut stabilitas dengan pendekatan otoriter suatu saat akan mengalami periode instabilitas yang membahayakan. "Kalau tidak selamat, ya bubar, kolaps."

Ini, ujar dia, berbeda dengan teori The New Way to Understand Why The Nation Rise and Fall karya Brumer yang dinilai relevan dengan persoalan di Indonesia. Teori itu mengatakan bahwa negara yang terbuka terhadap kebebasan dan keterbukaan justeru bisa memiliki stabilitas yang mampu mengatasi guncangan internal tanpa harus khawatir negara itu akan jatuh. "Jadi dia punya kapasitas untuk menghadapi guncangan ekonomi, sosial, keamanan, dan politik sedemikian rupa."

Pengelolaan stabilitas era keterbukaan itu, ujar Presiden, karena dirinya menginginkan pembangunan demokrasi. Hanya, tambah dia, demokrasi yang di dalamnya mengakomodasi harmoni dengan kebebasan dan keterbukaan,
penegakan hukum dan toleransi.

"Demokrasi tidak berarti anarki dan semua bisa berbuat semaunya. Tidak berarti atas nama HAM bisa melanggar HAM orang lain." Presiden mengklaim kebebasan pers, kebebasan mengeluarkan pendapat, berkumpul, dan berserikat dan HAM telah mekar di Indonesia.

Badriah


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Muladi: Profesionalisme Aparat Masih Rendah
Lemhanas Bisa Ikut Sidang Kabinet
Lemhannas Sarankan Pemisahan Imigrasi dari Depkumham
Indonesia Diminta Bersikap Keras kepada Timor Leste
Lemhanas: Perpres 36/2005 Potensi Timbulkan Konflik
Belasan Pulau Terancam Hilang
Lemhanas Minta DPR Rancang UU Perbatasan

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk89442 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data