|
Kereta Api Parahiyangan Terguling
Rabu, 01 November 2006 | 21:00 WIB
TEMPO Interaktif, Karawang:Kereta Api Parahyangan kelas eksekutif dengan nomor loko CC204.02 mengalami kecelakan di Kampung Babakan Sangkali Rengas, Rangga Gede, Kecamatan Tanjung Pura, Karawang, pukul 15.17 WIB. Kereta keluar rel dengan posisi miring. Empat gerbongnya terlempar ke kanan rel.
Lokomotif terpisah sejauh 200 meter dengan rangkaian gerbong. Empat gerbong yang terguling itu, masing-masing terpisah menjadi dua bagian dengan jarak empat kilometer.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu. Tapi, belasan penumpang terluka dan dirawat di RS Islam Karawang dan RSU Adiarsa Karawang. Hingga saat ini belum diketahui penyebab kecelakaan kereta api itu.
Kereta Parahyangan dengan delapan gerbong itu berangkat dari Stasiun Jatinegara, Jakarta pukul 14.37 WIB menuju Bandung. Saat kejadian warga di sekitar lokasi mendengar adanya gesekan keras kemudian diakhiri suara ledakan. "Ternyata kereta kecelakaan sampai gerbongnya keluar rel," kata Hanafi, warga setempat.
Seorang penumpang di gerbong eksekutif 3, Kusmiati mengaku terkejut saat gerbong yang ditumpanginya oleng. "Tiba-tiba kereta oleng lalu terhenti seketika. Penumpang di kereta 3 eksekutif terpental," kata warga Jakarta itu. Dua anaknya yang turut bersamanya tidak terluka tetapi mengalami trauma. Anak-anaknya menolak melanjutkan perjalanan dengan kereta.
PT KAI kini sedang memperbaiki rel dan mengangkat kereta yang terguling keluar rel. Akibatnya, jadwal perjalanan kereta dari Bandung-Jakarta, Cirebon-Jakarta dan sebaliknya terhenti total. Belum diketahui perjalanan akan kembali normal.
Lokasi kejadian sekarang dipadati ratusan warga sekitar yang ingin melihat kejadian kecelakaan yang menggemparkan itu. Meski penjagaan di lokasi dilakukan secara ketat oleh Kepolisian Resor Karawang polisi tetapi banyak warga yang berusaha menerobos lokasi kecelakaan yang dipasangi garis polisi. Nanang Sutisna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|