Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Anggota DPR Usulkan Pemindahan Ibukota
Jum'at, 17 Pebruari 2006 | 05:25 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Untuk mengatasi rumitnya masalah Jakarta Anggota Panitia Khusus RUU Ibukota Negara RI Effendy Choirie mengusulkan dipindahkannya Ibukota Negara RI dari Jakarta ke wilayah lain. “Ini memerlukan suatu keberanian,” kata Effendy seusai rapat dengar pendapat dengan Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia di Jakarta kemarin.

Menurut Effendy sebenarnya ada tiga opsi yang bisa dilakuakan guna mengatasi masalah ibukota. Pertama daerah sekitar Jakarta, yaitu Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang, dan Cianjur memback up Jakarta sebagai ibukota negara. Ini dilakukan dengan mensinergikan tata ruang. “Walau dalam jangka panjang tidak bisa mengatasi masalah seperti tingkat urbanisasi yang terus meningkat,” ujarnya.

Kedua, dengan memindahkan fungsi yang selama ini diemban Jakarta, seperti sebagai pusat pemerintahan, pusat perdagangan, dan pusat perindustrian. Pusat dagang dan industri bisa dipindahkan ke tempat lain, sementara Jakarta tetap sebagai ibukota negara, sehingga ada pemerataan pembangunan. “Namun ini juga sulit karena di sini sudah ada pelabuhan, perdagangan, dan pusat-pusat industri,” jelas Effendy.

Sedang opsi yang ketiga dengan memindahkan ibukota negara dari Jakarta. Langkah ini, diakui Effendy, memang membutuhkan biaya yang besar. Tetapi jika sudah menjadi kesepakatan negara bisa dilakukan. “Gedung-gedung pemerintahan yang ada di sini bisa dilelang,” katanya. Selain itu, lanjut dia, biayanya ditanggung negara.

Usulan itu mendapat dukungan dari Gubernur Kalimantan Barat Usman Ja'far. Pemindahan ibukota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa bisa meringankan beban permasalahan. Selain itu juga dapat meratakan hasil pembangunan nsaional yang selama ini dirasakan belum masuk ke luar Jawa termasuk wilayahnya. “Walaupun sulit, mengingat pemindahan pemerintahan memerlukan biaya besar,” ujarnya.

Untuk itu, Usman mengusulkan, jika pemindahan ibukota tidak bisa dilaksanakan, setidaknya Jakarta dan kawasan Pulau Jawa yang mengemban banyak tugas dilimpahkan ke daerah. Dia mencontohkan keberadaan Pangkalan Angkatan Laut dan Udara tidak harus di Jawa. “Pelabuhan-pelabuhan internasional seharusnya tidak perlu di DKI. Kita harus pindahkan ke Makassar atau yang lainnya,” tegas Usman.

Selain itu di bidang pendidikan juga seharusnya dialihkan ke luar Jawa. Menurutnya sekolah-sekolah dan pusat-pusat penelitian sudah terlalu banyak yang menumpuk di Jakarta. “Ini merupakan suatu strategi yang harus dipikirkan,” kata Usman.

M. Nafi

Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB<spasi>brk74081<spasi>komentar dan kirim ke 9333


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sutiyoso Janji Tak Ada Pencaplokan
Gubernur Diminta Merelakan Daerahnya
Daerah Tegaskan Penolakan Megapolitan
Jawa Barat Bahas Megapolitan
Ancaman Bom Warnai Unjuk Rasa di Kantor Departemen Energi
Sutiyoso Minta Penggatinya Ikut Perjuangkan Megapolitan
Ada Agenda Terselubung dalam Konsep Megapolitan
Sutiyoso: Jangan Curigai Megapolitan
Sutiyoso: Megapolitan Sudah Punya Landasan Hukum
Sutiyoso Yakin Daerah Terima Megapolitan
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2006>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data