Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Otonomi Khusus Papua Dikembalikan 12 Agustus
Selasa, 09 Agustus 2005 | 21:12 WIB

TEMPO Interaktif, Papua:Peringatan Indegenous People atau perayaan hari Bangsa Pribumi Internasional di Papua dipadati oleh ratusan masyarakat Papua yang datang ke Pendopo Rumah Theys Hiyo Eluay. Perayaan yang dimulai sekitar pukul 09.30 WIT ditandai dengan ibadat syukur, yang dilanjutkan dengan teaterikal penyiksaan masyarakat Papua di pedalaman Wamena dan juga ada pengibaran bendera PBB dan juga bendera SOS (Save Our Self) yang menandakan bahwa masyarakat Papua saat ini butuh pertolongan oleh semua orang didunia.

Acara yang dijaga ketat oleh puluhan PDAP (Polisi Dewan Adat Papua) ini dilanjutkan orasi damai oleh Sekretaris Jenderal Dewan Adat Papua (DAP), Leonard Imbiri. Dalam pidatonya Leonard menyatakan untuk menghargai peringatan perayaan 17 Agustus, maka DAP memajukan perayaan pengembalian Otonomi Khusus (Otsus) pada tanggal 12 Agustus. Sebelumnya acara pengembalian Otsus direncanakan 15 Agustus. Bersamaan penandatangan perjanjian damai Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).

Menurut Leonard perayaan Indegenous People merupakan rentetan kegiatan yang tidak berhenti hingga tanggal 12 Agustus mendatang. Setelah 12 Agustus DAP akan tetap menilai sejauhmana pihak DPR Papua menanggapi pengembalian Otsus tersebut. "Jangan menjadikan tanggal 12 Agustus nanti menjadi momok yang menakutkan bagi masyarakat di tanah Papua,"katanya. DAP berharap pada 12 Agustus nanti seluruh masyarakat Papua dapat berpartisipasi.

Pelaksanaan perayaan hari ini juga dua kali pindah. Semula akan dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Trikora, Abepura, lalu pindah ke Taman Otoritas Adat Sentani dan dipindah ke halaman Pendopo Rumah Theys Hiyo Eluay. Leonard menyesalkan keputusan polisi yang memberitahukan surat larangan ijinnya 8 jan sebelum acara penutupan pada Rapat Pleno DAP di Aula Kampus IS Kitjne malam tadi. "Sangat menyedihkan tanah yang kami miliki tidak dapat kami gunakan,"katanya.

Dalam perayaan hari Bangsa Pribumi Internasional, DAP Papua mendesak Sekretariat Jenderal PBB, Dewan keamanan PBB, Pemerintah AS, Kerajaan Belanda dan pemerintah Indonesia untuk mengambil langkah efektif bagi jaminan hak hidup rakyat Papua. Kemudian mendesak Parlemen Belanda mengumumkan hasil kajian pelurusan sejarah rakyat Papua.

Upaya Gubernur Papua, JP Solossa memfasilitasi 31 orang dari berbagai elemen diantaranya 10 perwakilan dari anggota DPR Papua serta 20 elemen masyarakat untuk bertemu dengan Presiden ditolak. "Kami tidak akan mengirimkan delegasi. Jika ada oknum yang mengatasnamakan DAP dalam hal ini adalah tidak benar dan kami hanya akan berdialog dengan Presiden di atas tanah Papua bukan di Jakarta, sebab permasalahan yang kami hadapi ada di atas tanah ini,"katanya.

Lita Oetomo

Dari Arsip Majalah TEMPO
TEMPO, 9 Juni 1984 | 14 Maret 2005
Album | 28 Pebruari 2005
Dirikan Otorita Aceh Selekasnya | 24 Januari 2005
Peristiwa | 06 Desember 2004
Irian, Setelah Tujuh Gunung Emas Dikuras | 02 Maret 1999
"Semua Sudah Terungkap"  | 15 April 2002
FBI Menyelidiki Kasus Timika  | 08 Desember 2003
Serangan Fajar di Yalengga | 10 November 2003
Kami Tidak Diajak Bicara  | 08 September 2003
Konvoi Motor Karyawan DI  | 08 September 2003
>>selengkapnya ::

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Seorang ibu dan anaknya , penduduk asli di Enarotali, Irian Jaya, 1992. [TEMPO/ Donny Metri; 13D/362/1992; 20021228]. Penduduk asli Enarotali, Irian Jaya, 1992. [TEMPO/ Donny Metri; 13D/362/1992; 20021228].
Penduduk Irian jaya
Penduduk Irian Jaya
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Masyarakat Papua Rayakan Hari Bangsa Pribumi Internasional
Staf Kongres Amerika Temui DPD Bicarakan Papua
Intervensi Papua, PBNU Surati Kongres AS
Masyarakat Pedalaman Papua Bentuk Polisi Adat
Antisipasi 15 Agustus, Polda Papua Kerahkan 1/3 Kekuatan
Jusul Kalla : Masyarakat Papua Datang Bukan Kembalikan Otonomi
Pemerintah Akan Dekati Amerika Soal Papua
Menhan: Tidak Usah Marah
Akbar Tanjung : Partai Lokal Aceh, Papua Bisa Ikut-ikutan
David Ritchie: Australia Tolak Separatisme di Papua
> selengkapnya...


Referensi

Keppres RI No. 10 Tahun 2001 Tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Bidang Pertanahan
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
UU RI No.22 Thn.1999 Tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

PapuaWeb
Departemen Dalam Negeri


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk65062 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2005>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data