Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah Minta Malaysia Ikut Bebaskan Sandera
Selasa, 24 Mei 2005 | 04:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia tetap mendesak pemerintah dan pengusaha Malaysia bertanggung jawab dalam kasus penyanderaan tiga warga negara Indonesia.

"Kami tetap mendesak pemerintah dan pengusaha Malaysia supaya bertanggung jawab," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri Yuri Oktavian Thamrin, Senin (23/5).

Tanggung jawab ini, katanya, berkaitan dengan permintaan uang tebusan sebesar 3 juta ringgit oleh para penyandera tiga warga Indonesia di Filipina Selatan. Kelompok Jamiyah of Southern Mindanao yang menyandera Ahmad Resmiadi, Erikson Hutagaol, dan Yamin Labuso, meminta tebusan itu sejak sebulan lalu.

Pemerintah Indonesia, kata Yuri tidak menganut kebijakan memberikan tebusan (no ransom policy) sehingga tidak mungkin mengambil alih permintaan yang ditujukan kepada Malaysia.

Saat ini, katanya, upaya pembebasan akan dilakukan dengan tim dari Komisi Luar Negeri DPR RI dan pemerintah yang terdiri dari unsur Departemen Luar Negeri, BIN, dan Polri.

Ketua tim DPR Junus Effendi Habibie mengatakan kepada Tempo, bahwa dia ingin melakukan pendekatan secara informal kepada para penculik. Dia mengatakan akan berusaha melalui "para kenalan" di Filipina, yakni tokoh masyarakat muslim.

Yuri menekankan, pemerintah sudah menerangkan kepada penculik melalui alat komunikasinya bahwa mereka salah menculik. "Mereka (sandera) hanyalah wrong men at the wrong place (orang yang salah tempat saja), kami minta mereka dibebaskan," ujar Yuri.

Sementara itu, dua sandera, Ahmad Resmiadi dan Yamin Labuso sudah bisa menelpon keluarganya masing-masing yang berada di Jakarta dan Bali. Haryadi, kakak Resmiadi, yang menelepon Minggu (22/5) sekitar pukul 8.30 pagi mengatakan kepada adiknya Lestari di rumahnya, di bilangan Depok, minta cepat dibebaskan. "Saya baik-baik saja. Tolong cepat bebaskan kami," ujarnya seperti ditirukan adiknya.

Kakak sepupu Yamin Labuso, Samsudin Abdurrachman mengatakan, adiknya Minggu (22/5) juga menelpon ke telepon genggam istrinya di Bali. "Dia bilang baik-baik saja dan minta cepat dibebaskan," ujarnya. Dalam kontak itu, keduanya mengatakan dalam keadaan sehat, begitu juga dengan Erikson.

Senin (22/5), siang hingga sore, tiga anggota keluarga itu bertemu dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda. Dalam pertemuan, menteri mengatakan pemerintah tetap menganggap masalah ini besar sehingga perlu ditangani serius. Yophiandi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521]. Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina Fidel Ramos, Jakarta, 1993. [Setneg; 18D/190/1993; 20020521].
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
Presiden Soeharto saat menerima kunjungan presiden Filipina
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

WNI Sandera di Filipina Sakit
Tim Pembebasan Sandera Berangkat ke Filipina
Pemerintah Berhasil Kontak WNI Yang Disandera
RI-Australia Jajaki Pertukaran Tahanan
Yudhoyono Hubungi Arroyo Soal Sandera
DPR Bentuk Tim Pembebasan Sandera di Filipina
Seorang TKI Tewas di Malaysia
Menunggu Kontribusi Komisi Ahli PBB
Deplu Bentuk Pokja Pembebasan Tiga WNI di Filipina Selatan
Tiga WNI Diculik di Filipina Selatan
> selengkapnya...


Referensi

UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
Kepres RI No.108 Thn.2003 Tentang Organisasi Perwakilan RI Di Luar Negeri
Kepres RI No. 87 Thn.2003 Tentang Tim Nasional Peningkatan Ekspor Dan Peningkatan Investasi
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat
Kepolisian Republik Indonesia
Departemen Luar Negeri


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data