Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Wahid Diminta Tak Campuradukkan Posisi Alwi-Saifullah
Senin, 25 April 2005 | 01:19 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Partai Kebangkitan Bangsa Jawa Tengah Hanif Muslih meminta Abdurrahman Wahid tidak mencampuradukkan posisi Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf sebagai politikus partai itu dan menteri Kabinet Indonesia Bersatu.

"Dalam gugatan kepada Abdurrahman Wahid, posisi Alwi dan Saiful adalah kader PKB dan bukan menteri," kata dia kepada Tempo, Ahad (24/4).

Pada hari yang sama, Wahid juga menyatakan bahwa argumen gugatan Alwi Shihab dan Saefullah Yusuf, ketua umum dan sekretaris jenderal PKB hasil muktamar luar biasa di Yogyakarta, terhadap dirinya lemah. Menurut dia, pengajuan gugatan itu juga bisa menimbulkan "salah paham dan kemarahan rakyat terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono". "Nanti masyarakat berpikir gugatan ini disuruh SBY (Yudhoyono)," tuturnya.

Hanif adalah salah satu pendukung Alwi-Saiful. Dia adalah salah satu dari sebelas kiai yang mengamanatkan kepada Alwi-Saiful untuk menggelar muktamar tandingan. "Karena tawarannya sudah terlambat, somasi jalan terus. Kami akan mempersiapkan muktamar versi kami," kata dia.

Dikatakannya, tawaran islah (rekonsiliasi) yang ditawarkan oleh kubu Muhaimin Iskandar kepada kubu Alwi dan Saifullah sudah terlambat. Alasannya, muktamar yang diselenggarakan di Semarang dinilainya cacat hukum.

Saat ini, beberapa pengurus PKB di Jawa Tengah pro Alwi-Saiful akan segera melakukan konsolidasi. Mereka akan mengidentifikasi kekuatan yang bisa diajak menggelar muktamar versi mereka. Muktamar "tandingan" rencananya akan berlangsung pada Juni di Pesantren Lirboyo Kediri, Jatim. Sohirin

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua Tim 7 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kubu  Alwi Shihab, Mahfud MD (kanan) didampingi Ketua DPP PKB kubu Alwi Shihab, AS Hikam (kiri) menunjukkan logo baru Partai Kebangkitan Nasional (PKN) pada jumpa pers di Kantor DPP PKB Kalibata, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bismo Agung; K15A/460/2003; 20030627]. Dialog Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI dengan Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB)  di Gedung Nusantara I DPR/MPR, Jakarta, Selasa, 5 Maret 2002. [ TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20020325 ]
Mahfud MD dan AS Hikam
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Muhaimin Belum Temukan Wakil Ketua Umum PKB
Wahid Anggap Ringan Gugatan Alwi-Saifullah
Muktamar PKB Tandingan Akan Digelar Juni
Lukman dan Muhyidin Calon Sekjen PKB
Alwi-Saifullah Bantah Pemerintah Campur Tangan Dalam Muktamar PKB
Alwi-Saifullah Tetap Gelar Muktamar Tandingan
Pengurus PKB Akan Disusun Selama Tujuh Hari
Muhaimin Iskandar Tak Terbendung
Alwi: Saifullah Mundur Karena Menuruti Ulama
11 Kiai Minta Alwi-Saefullah Gelar Muktamar Sendiri
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 51 Tahun 2001 Tentang Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik
Undang-Undang No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilu Anggota DPR, DPD dan DPRD
UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik

Website

Partai Kebangkitan Bangsa
Abdurrahman Wahid


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data