Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Mulyana W. Kusumah: Laporan BPK Bias
Sabtu, 23 April 2005 | 15:05 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tersangka kasus suap, Mulyana W. Kusumah berpendapat publikasi laporan audit BPK kepada DPR, khususnya mengenai pengadaan kotak suara, bias.

Dalam pernyataan tertulis yang disampaikan melalui putri pertamanya, Gina Santiyana, di rumah tahanan (rutan) Salemba, Sabtu (23/4), anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) itu menyatakan bahwa pada laporan pengadaan laporan barang dan jasa Pemilu 2004 ada yang dikategorikan lebih kotor, sedang, dan relatif bersih.

Mulyana juga meminta agar Ketua KPU Nazarudin Syamsudin menyampaikan tanggapan faktual dan informatif atas hasil audit BPK tersebut. "Perlu diungkap seluruh dinamika interaksi antara KPU dan auditor BPK," tulis Mulyana.

Ia perlu menyampaian permintaan tersebut, karena dirinya merasa tidak mempunyai kekuatan apa-apa. Keterangan resmi KPU, kata Mulyana, penting untuk membuka mata dan hati publik tentang obyektivitas laporan BPK dan faktor lain yang berpengaruh terhadap tersusunnya laporan tersebut.

Seperti diketahi, dua hari lalu Ketua BPK Anwar Nasution menyerahkan hasil audit investigasi atas hasil pengadaan logistik Pemilu 2004 senilai Rp 800,48 miliar kepada DPR. Audit itu meliputi pengadaan kotak suara, surat suara, tinta, amplop suara, dan perangkat teknologi informasi.

“Ada indikasi keterlibatan anggota KPU dalam penyimpangan (pengadaan logistik),” ujar Anwar di Gedung MPR/DPR.

Audit itu mengindikasikan korupsi Rp 90,292 miliar di KPU. Pernciannya, proyek pengadaan kotak suara, negara dirugikan Rp 66,061 miliar, pencetakan surat suara Rp 12,616 miliar, pengadaan tinta Rp 4,39 miliar, sampul suara Rp 7,068 miliar, dan perangkat teknologi informasi Rp 154,098 juta. Astri Wahyuni


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Teras Narang: DPR Siap Diperiksa
Hasil Audit BPK Untuk Institusi KPU
Valina : KPU Tak Tinggalkan Mulyana
BPK Serahkan Audit KPU ke DPR
KPU Terima Draf Akhir Audit BPK
Penggunaan Dana Taktis Ditentukan Pimpinan KPU
Anwar: Pengadaan Lima Logistik Pemilu Diduga Korupsi
Jimly: Korupsi di KPU Tanggung Jawab Pribadi
Besok, Ketua BPK Bertemu Ketua KPK
Hamid: Tak Etis Saya Berkomentar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data