Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Gagal Balikkan Limbah, Menteri LH Tempuh Jalur Diplomatik
Kamis, 17 Maret 2005 | 17:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) menyatakan akan mengupayakan penyelesaian limbah B3 Singapura melalui jalur diplomatik. Sampai saat ini, limbah B3 asal Singapura tersebut masih berada di Karimun dalam pengawasan pihak Bea dan Cukai setempat. "Saya sudah menghubungi duta besar kita di Singapura untuk coba melakukan pendekatan diplomatik,"ujar Rahmat Witoelar, Menteri Lingkungan Hidup di ruang kerjanya hari ini, Kamis (17/3).

Menurutnya, upaya ini dilakukan agar pemerintah Singapura mendapatkan penjelasan permasalahan sebenarnya terkait kasus limbah B3 ini. Setelah gagal direekspor ke Singapura yang menjadi negara asalnya, limbah B3 tersebut hingga saat ini masih berada di kawasan Karimun dalam pengawasan Bea dan Cukai Tanjungbalai Karimun.

Limbah B3 tersebut sendiri yang sebelumnya diakui sebagai pupuk organik, merupakan milik PT Asia Pacific Eco Lestari yang bertindak sebagai importirnya. Tidak diperoleh keterangan pasti mengenai utuh tidaknya muatan pada kapal tongkang Melati 210 yang mengangkut limbah tersebut.

Menteri sendiri ketika dikonfirmasi masalah keutuhan muatan ini pun mengakui tidak mengetahui kepastian utuh tidaknya muatan kapal tongkang pengangkut limbah tersebut. Alasannya, muatan itu sudah dalam pengawasan pihak bea dan cukai beserta Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (BAPEDALDA) setempat. "Saya tidak tahu kepastiannya. Tapi mudah-mudahan tidak dibuang sembarangan,"ujar Menteri Rachmat.

Disamping mengupayakan pendekatan diplomatik, menurut Menteri, ia juga akan menghadiri pertemuan dengan pemerintah Singapura yang membahas masalah serupa dengan difasilitasi oleh Sekretariat Konvensi Basel. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung di Sekretariat Konvensi Basel di Genewa tanggal 23 Maret ini.

Hanya saja, menurut menteri, dalam pertemuan tersebut Indonesia akan tetap berpegang pada posisinya sesuai dengan peraturan yang termaktub dalam konvensi tersebut. Menurutnya, sesuai peraturan dalam konvensi Basel, negara pengirim harus mau menerima kembali barangnya apabila negara penerima menyatakan barang tersebut termasuk jenis limbah B3 dalam hukum negara penerima.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyatakan, akan tetap menuntut PT APEL untuk tetap bertanggung jawab terhadap limbah B3 tersebut. Alasannya, menurut menteri, PT APEL sebelumnya pernah berjanji dapat mengembalikan limbah B3 tersebut kepada partner bisnisnya yang bertindak sebagai pengirim. "Saya tetap tagih itu. Prinsipnya kami keberatan kalau dibuang di perairan Indonesia,"ujarnya.

Rinaldi D Gultom

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Danau Lindu di Taman Nasional Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, 1993. [TEMPO/ Waspada Santing; 19D/094/1993; 20020418].
Danau Lindu

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sekolah Dasar Jadi Sasaran Penipuan Melalui Telepon
Limbah B3 Akan Direekspor ke Eropa
Gerakan Pramuka Dunia Salurkan Bantuan Untuk Aceh
Limbah B3 PT Kertas Internasional Segera Direekspor
Penyelesaian Limbah B3 Sedang Dibahas
Perusak Pulau Sangiang Ditahan
Polda Tak Tangani Perkara Limbah B3
Sony Keraff : Curigai Akal-akalan PT.APEL
Penanganan Limbah B3 Libatkan KLH
Masih Ada Sembilan Kontainer Yang diduga Limbah B3
> selengkapnya...


Referensi

UU No. 23/1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup

Website

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia
Kementerian Lingkungan Hidup
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data