|
Nasional
Guruh : Pimpinan PDI Perjuangan Harus Dialihgenerasikan
Rabu, 16 Maret 2005 | 19:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Guruh Soekarnoputra menyatakan yakin suksesi kepemimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan jatuh di tangannya. Saat ditemui dijeda skorsing sidang paripurna kenaikan BBM, pimpinan tertinggi PDI Perjuangan yang lalu mengalami banyak kegagalan. "Tapi tentang Mbak Mega, saya tidak akan menanggapi. Tapi saya akan mengatakan bahwa inilah saatnya Mbak Mega untuk mengalihgenerasikan,"ujarnya di gedung baru Nusantara II, Rabu (16/3).
Soal pernyataan alih generasi itu, menurut Guruh, sudah dikomunikasikan dengan kakaknya, Megawati. "Sudah, saya sudah pernah menanyakan itu,"katanya. Menurutnya, Megawati meminta Guruh untuk melihat aspirasi di bawah, karena partai ini (PDIP) adalah milik semua. "Kalau memberi tongkat estafet, Mega ingin yakin ini diberikan pada orang yang tepat,"ujarnya. Bahkan Megawati menyarankan Guruh untuk turun ke bawah dan menggalang dukungan.
Apakah Guruh tak kawatir PDIP dicap partai keluarga, kalau estafet pimpinan turun kepadanya? Menurut Guruh, suatu realitas bahwa sampai saat ini pemersatu PDIP adalah pikiran-pikiran dan ajaran Bung Karno, dan kebetulan juga anak-anaknya, Megawati dan dia. "Saya rasa dalam suatu proses ini tidak apa-apa. Bila sistem sudah berjalan dengan baik, partai ini bisa bergulir, Insya Allah secara positif,"ujarnya.
Ia juga menambahkan setelah Mega bekerja dengan baik sebagai presiden dan membawa PDIP ke puncak. Sekarang adalah saat bagi Mega untuk istirahat dan memberikan tongkat ke generasi penerus. Tentang perbedaan yang akan dibawanya bagi PDIP, ia menyatakan akan mengangkat ajaran Bung Karno. "Sebelumnya (ajaran Bung Karno) tidak ada sama sekali, kecuali hanya di Anggaran Dasar/ Anggaran Rumah Tangga disebut asas partai adalah Pancasila,"ujarnya. Guruh menyatakan, bila ia diberi kesempatan memimpin PDI-P, program utamanya, kaderisasi.
Ibnu Rusydi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Presiden Megawati Soekarnoputri didampingi Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso (kanan) berbincang-bincang dengan anak-anak yang berpakaian daerah pada acara pembukaan Pekan Raya Jakarta ke-36 dalam rangka memperingati hari ulang tahun (HUT) Kota Jakarta ke-476 di Kemayoran, Jakarta, 12 Juni 2003. [TEMPO/ Arie Basuki; K15A/442/2003; 20030626].](/hg/photostock/2005/03/01/s_K15A44205_high_thumb.jpg) |
![Cap jempol darah dan tanda tangan sebagai bentuk dukungan terhadap Megawati oleh pendukung Megawati di jl. Agus Salim, Jakarta tahun 1999 [Tempo/ Rini PWI; 29d/377/99; 2000/05/16].](/hg/photostock/2005/02/15/s_29d37705_high_thumb.jpg) |
| Megawati Soekarnoputri, Sutiyoso dan anak-anak
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|