Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Italia Konversi Utang dengan Pembangunan di Aceh
Rabu, 09 Maret 2005 | 23:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah Indonesia dan Italia sepakat melakukan konversi utang (debt swap)
Indonesia kepada Italia. "Utang Indonesia akan dikonversikan dengan pembangunan di Aceh
dan Sumatera Utara," ujar Deputi Kerjasama Ekonomi Internasional Mahendra Siregar, Rabu
(9/3) di gedung Departemen Luar Negeri.

Sebanyak 31 juta dolar Amerika utang Indonesia dari total 204,5 juta dolar
Amerika akan mengalami konversi pada tahap pertama kesepakatan ini. Menurut Direktur
Eropa Barat Retno Marsudi, Italia menjanjikan akan
melakukan tahap kedua konversi utang sebesar 15 juta dolar Amerika, bila
yang pertama berhasil. "Mereka akan melakukan verifikasi dan kita harus
memberikan transparansi sebaik mungkin bagaimana konversi itu dilakukan,"
ujar Retno. Beban pembayaran Indonesia untuk tahun ini mencapai 22,56 juta
dolar untuk utang pokok dan bunga sebesar 3,3 juta dolar.

Perbandingan konversi adalah 1:1, artinya dengan pembangunan di Aceh
sebesar lima juta dolar Amerika di Aceh dan Sumatera Utara maka utang kita
sebesar 5 juta dari total 31 juta yang dijanjikan akan dihapus. Waktu
pelaksanaan konversi tidak ditentukan. "Kita ingin sesegera mungkin
selesai," ujar Mahendra usai pendandatangan kesepakatan yang dilakukan
Menteri Luar Negeri Indonesia Nur Hassan Wirajuda dan Menteri Luar Negeri
Italia Margherita Boniver.

Tahap rekonstruksi dan rehabilitasi sendiri akan dilanjutkan setelah
Indonesia menetapkan master plan (cetak biru) untuk rekonstruksi dan
rehabilitasi Aceh. Master plan rencananya akan selesai oleh pihak Badan
Perencanaan dan Pembangunan Nasional pada akhir bulan ini.

Selama ini yang sudah memberikan konversi utang selain Italia adalah negara
Eropa lain, Jerman dan Perancis. Jerman sendiri sudah melakukannya berupa
konversi di bidang pendidikan dan pemeliharaan lingkungan hidup. Sementara
Perancis masih berupa komitmen.

Yophiandi-Tempo


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah akan Seleksi Relawan Asing di Aceh
Rombongan Gubernur Kunjungi Aceh
KPK Terus Ungkap Kasus Penjualan Kapal Tanker Pertamina
Siap Turun, Dana Jaminan Hidup Pengungsi
PBB:Kualitas Air di Barak Pengungsi Aceh Buruk
DPR Gelar Raker Rekonstruksi Daerah Pasca Bencana Alam
10 Maret, Militer Jepang Tinggalkan Aceh
Warga Banda Aceh Mulai Urus Sertifikat Tanah
Pilkada di Aceh Ditunda
Perusahaan Jepang Bantu 10 Unit Alat Penjernih Air
> selengkapnya...


Referensi

Pengungsi Palsu dan Konflik di Seputar Tenda
Sebulan Hanya Bengong dan Melamun
Kisah Sedih di Hari Minggu

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data