|
Nasional
Relawan Gasak Malaysia Mulai Latihan Militer
Selasa, 08 Maret 2005 | 04:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Posko bersama bernama ‘Posko Gasak Malaysia’, secara resmi dideklarasikan di Solo, Senin (7/3). Posko dimaksudkan untuk menerima pendaftaran dan pelatihan bagi relawan yang siap diberangkatkan membela kedaulatan RI menyusul ketegangan antara RI dengan Malaysia.
Mereka yang tergabung dalam gerakan anti Malaysia ini adalah para pemuda dari Gemars (gerakan anti arogansi Surakarta) dan KBRI (Komando Bela RI). ‘Posko Gasak Malaysia’ ini sudah menerima pendaftaran dari sekitar 120 relawan yang siap berkonfrontasi melawan Malaysia untuk membela kedaulatan RI. "Secara resmi posko ini kami buka, baru sehari dibuka sudah menerima pendaftaran 120 orang yang siap berperang dengan Malaysia. Yang 120 ini sudah resmi mendaftar, selain itu kami juga banyak menerima telepon untuk bergabung tapi secara resmi belum mengisi formulir,"kata Joko Sutrisno, Koordinator Gemars, saat deklarasi Posko Gasak Malaysia di Ruko Kadipolo.
Mereka yang mendaftar menjadi relawan, akan mendapatkan latihan secara rutin. Direncanakan latihan akan dilakukan dua kali dalam sepekan. Adapun materi latihan yang akan diberikan meliputi latihan ketahanan fisik, beladiri dan tanaga dalam. Untuk tahap pertama, posko Gasak Malaysia ini sudah merencanakan melakukan latihan pada Selasa (8/3) malam di Lapangan Cemani, Surakarta. ‘"Silakan yang mau bergabung latihan tidak dipungut biaya. Kami sudah meminta ijin kepolisian untuk latihan pertama pada Selasa (8/3) malam,"papar Joko Sutrisno.
Menurut M Taufiq, Koordinator KBRI, dari 120 orang yang mendaftar tersebut berasal dari berbagai kalangan mulai pemuda, guru, buruh hingga tukang becak. Bahkan sudah ada enam dokter muda yang ikut mendaftar. "Mereka merasa telah dilecehkan oleh tindakan Malaysia yang terus-terusan melakukan provokasi dengan melanggar kedaulatan RI,"ujarnya.
Salah seorang relawan, Ahsanudin, menyatakan dirinya merasa terpanggil untuk ikut mempertahankan kedaulatan negara. ‘"Terus terang saya gemas melihat ulah kapal-kapal Malaysia yang seenaknya masuk ke wilayah kita. Mereka sudah dalam taraf memprovokasi permusuhan dengan Indonesia. Itu pelecehan harga diri bangsa kita. Kami siap berangkat kesana jika kita harus berperang dengan Malaysia,"ujar guru mata pelajaran Geografi.
Sambil menunggu perkembangan selanjutnya, posko ini akan terus membuka pendaftaran relawan selama 24 jam. "Kami belum berpikir soal pemberangkatannya, menunggu perkembangan di perbatasan. Yang jelas kami akan berkoordinasi dengan pihak TNI,"kata Joko.
Untuk sementara, posko gasak Malaysia ini dibuka di dua tempat yakni di Ruko Kadipolo dan sekretariat Gemars di Kampung Gandekan, Serengan, Solo. Mereka juga mendesak Panglima TNI mengambil tindakan tegas terhadap kapal-kapal Malaysia yang masih nekad melanggar kedaulatan dengan melakukan serangan militer. "Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mundur dari jabatannya jika tidak bisa bertindak tegas. Jika tidak bisa bertindak tegas. Karena ini sudah menyangkut harga diri bangsa,"kata Taufiq. Penggantinya diharapkan dari TNI Angkatan Laut, agar bisa mengambil tindakan langsung di perairan Indonesia.
Anas Syahirul
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|