Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Operasi Keamanan Tetap Dilanjutkan
Senin, 28 Pebruari 2005 | 07:51 WIB

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Endang Suwarya mengatakan, walaupun perundingan dilakukan antara Pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), namun operasi pemulihan keamanan tetap dilakukan untuk melumpuhkan kelompok GAM.

"Perundingan silakan saja, itu urusan pemerintah pusat, pola operasi tidak ada perubahan, operasi pemulihan keamanan tetap dilakukan dalam upaya lumpuhkan GAM," kata Endang, Minggu (27/2).

Pada kesempatan ini Pangdam melantik Kolonel Infanteri Chairawan K Nursyirwan sebagai Komandan Resor Militer (Danrem) 011 Lilawangsa, Lhokseumawe. Chairawan menggantikan Danrem sebelumnya, Kolonel Azmin Yusri Nasution yang menduduki jabatan baru sebagai Kepala Staf Divisi I Kostrad. Pelantikan yang berlangsung di lapangan Jenderal Sudirman ini turut dihadiri Wakil Gubernur Azwar Abubakar, jajaran TNI dan Polri, serta unsur muspida dari lima kabupaten.

Menurut Endang, operasi pelumpuhan aktivitas GAM ini tetap dilakukan dengan lebih menitikberatkan untuk membantu operasi kemanusiaan. Karena menurut Endang, banyak terjadi kasus penyerobotan bantuan kemanusiaan untuk pengungsi oleh GAM, juga kata Pangdam, ada beberapa keuchik (kepala desa) yang ditembak. "Pasukan TNI tetap melanjutkan operasi agar bantuan kemanusiaan menjadi aman, tanpa gangguan dari mereka," ujar Endang.

Sedangkan pola operasinya sendiri, menurut Endang, tidak megalami perubahan. "Kita tetap mengamankan permukiman penduduk yang kena gelombang tsunami," kata Endang. Pangdam juga menghimbau agar anggota GAM yang masih bergerilya di hutan, untuk turun dan menyerah. Supaya "bisa bersama-sama membangun Aceh ke depan, karena siapapun tidak ingin adanya korban yang terus berjatuhan," lanjut Endang.

Juru Bicara GAM wilayah Peureulak, Tgk Tjut Kafrawi membantah tudingan Pangdam tersebut. Menurut Kafrawi, "Gerakan Aceh Merdeka sangat memahami dan masih punya otak, tidak mungkin melakukan penyerangan terhadap bantuan kemanusiaan, karena bantuan tersebut diberikan kepada rakyat kami," ujar Kafrawi.

Menurut Kafrawi, selama pasca gempa dan tsunami, GAM tidak pernah melakukan operasi apa pun. Kalaupun terjadi kontak senjata, menurut Kafrawi, ini terjadi karena pasukan TNI yang sering melakukan operasi hingga melewati batas pertahanan GAM. "Dengan itu maka kontak tembak tidak dapat kami hindarkan," kata Kafrawi. Toh Kafrawi mengklaim bahwa pihak GAM selalu mengelak dari terjadinya kontak senjata. "Karena kami sangat mengerti psikologis rakyat kami yang sedang dilanda musibah," katanya.

Menanggapi pernyataan Pangdam tentang operasi keamanan yang akan terus dilanjutkan, menurut Kafrawi, langkah yang telah dilakukan Presiden Yudhoyono untuk berdialog dengan GAM adalah langkah demokratis. Hanya saja, menurut Kafrawi, sepertinya langkah tersebut kurang mendapat dukungan dari petinggi militer.

Imran MA (Lhokseumawe)

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Tentara Nasinonal Indonesia (TNI) dari Batalyon 330 Linud Kujang Bandung yang akan diberangkatkan menuju Nangroe Aceh Darussalam (NAD) di pangkalan laut Kolinlamil Jakarta, 24 Mei 2004. [TEMPO/ Arie Basuki; Digital Image; 20040524].
Tentara Batalyon 330

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

GAM Harus Terima Otonomi Sebagai Solusi Akhir
Soal GAM, TNI Ikut Putusan Pemerintah
Lagi, Dirintis Pertemuan Lanjutan dengan GAM
GAM Minta Waktu Pelajari UU Otonomi Khusus Aceh
RI dan GAM Bertemu
Bencana Menjadi Ajang Rekonsiliasi TNI dan GAM
Cari Solusi Aceh, Presiden Minta Pendapat Enam Dubes
Seorang GAM Tewas di Kaki Gunung Seulawah
Tak Ada Pengibaran Bendera Dihari Ulang Tahun GAM
Pertempuran Di Sawang, 6 Anggota GAM Tewas
> selengkapnya...


Referensi

Pemeriksaan Hasan Tiro
Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Website

Departemen Pertahanan
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data