|
Nasional
PPP DIY Minta Hamzah Hadir Dalam Silatnas
Kamis, 24 Pebruari 2005 | 23:05 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Dewan Pimpinan Wiliayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DI Yogyakarta
meminta agar Ketua Umum PPP Hamzah Haz datang dalam acara Silahturahmi Nasional 25-27
Februari. Jika Hamzah Haz tidak datang, sebenarnya kerugian bagi Hamzah Haz sendiri. Sebab
dalam acara silahturahmi nasional itu, akan banyak dibahas koreksi dan kritik bagi
kepengurusan DPP yang ada sekarang.
"Kalau mereka tidak alergi kritik, sebaiknya Hamzah Haz dan jajaran pengurus DPP lainnya
datang dalam Silahturahmi Nasional itu. Sebab dalam acara nanti akan dikupas persoalan
yang ada pada kepengurusan sekarang. Intinya, dalam Silahturahmi Nasional nanti bertujuan
memperbaiki PPP dari dalam. Sehingga kalau Hamzah Haz tidak datang, justru dia yang akan
rugi," kata Ketua DPW PPP DIY, Umar Sanusi kepada Tempo, Kamis (24/2).
Menurut Umar, DPW PPP DIY menyatakan tidak akan setuju jika Silatnas merekomendasikan
digelarnya Muktamar Luar Biasa (MLB). DIY sendiri, kata dia, sangat mendukung bahkan akan
mengajukan usulan agar muktamar yang mestinya digelar pada 2007, untuk dipercepat.
"Jadi Hamzah Haz dan pengurus DPP lainnya tidak perlu khawatir akan ada rekomendasi
MLB sebab kami juga menolak MLB. Sebab untuk MLB, harus ada alasan yang jelas. Selain itu,
MLB akan menjadi instan karena tidak menyerap aspirasi dari bawah seperti lewat Muscab dan
Muswil (musyawarah cabang dan musyawarah wilayah). Yang kami inginkan adalah muktamar
dipercepat dengan ketentuan harus ada Muscab dan Muswil terlebih dahulu," kata Umar.
Tentang muktamar dipercepat, kata Umar, sudah menjadi aspirasi hampir semua warga PPP di
daerah. Alasannya, kata dia, jika digelar mendekati pelaksanaan pemilu 2009, maka persiapan
PPP untuk pemilu semakin mepet. Kedua, kata dia, kepemimpinan Hamzah Haz patut dipertanyakan
merujuk pada perolehan pemilu 2004 lalu.
Untuk delegasi DPW PPP DIY yang menghadiri Silatnas, kata Umar, baik DPW maupun DPC sudah
membentuk tim. Para delegasi, kata Umar, juga sudah dibekali karena sebelumnya sudah
diselenggarakan pertemuan. "Delegasi itu yang akan memperjuangkan aspirasi DIY termasuk
aspirasi dipercepatnya muktamar," kata Umar.
Sementara itu Ketua DPC PPP Kota Yogyakarta, AM Fahrudin mengatakan, Siltnas adalah media
bagi para kader PPP untuk melakukan koreksi demi perbaikan PPP ke depan. Menurutnya,
Silatnas seharusnya menghasilkan rekomendasi agar muktamar PPP dipercepat.
"Muktamar harus dipercepat. Jika digelar tahun 2007, persiapan menghadapi pemilu jelas
sangat mepet. Padahal dengan persiapan yang panjang saja, suara PPP kemarin anjlok.
Model kepemimpinan Pak Hamzah Haz, kami sudah tahu kualitasnya. Suara PPP kemarin anjlok
yang jauh dari perkiraan kami. Jalan satu-satunya adalah muktamar dipercepat," tegasnya.
Syaiful Amin-Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|