|
Nasional
Partai Golkar Gelar Rapat Konsultasi Pertama
Sabtu, 29 Januari 2005 | 11:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua panitia rapat konsultasi Partai Golkar, Syamsul Muarif mengatakan, rapat konsultasi antara DPP dengan DPD Provinsi ini merupakan yang pertama dilaksanakan pasca musyawarah nasional kedua Partai Golkar beberapa waktu yang lalu.
Rapat ini, kata dia, akan membahas masalah internal dan eksternal partai. "Dinamika partai bergerak sangat cepat," kata Muarif saat memberikan laporan kepada peserta di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Sabtu (29/1).
Masalah internal yang akan dibahas antara lain, penyatuan mekanisme kerja, administrasi kesekretariatan dan bendahara. "Termasuk sengeketa kepengurusan," katanya.
Sementara masalah eksternal adalah persiapan pemilihan kepala daerah langsung. Menurutnya, desakan agenda ini sudah datang setiap hari kepada DPP.
Tampak hadir beberapa fungsionaris Golkar seperti Theo L Sambuaga, Andi Matalata, Tuti Aditama, serta Surya Paloh. Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla sendiri tiba sekitar pukul 09.15 WIB.
Sementara itu, dalam pengarahannya Jusuf Kalla berpesan agar seluruh pengurus partai dapat mengemban amanah sesuai dengan fungsinya. "Ideologi dan tujuan kita sama yaitu membangun kesejahteraan rakyat," kata Kalla.
Kalla menjelaskan Golkar selama ini dikenal sebagai partai besar. Sehingga, pengurus harus memiliki wawasan yang luas di dalam menyikapi permasalahan. "Kita tidak mungkin asbun (asal bunyi)," ujar Kalla.
Dia menghimbau ketika pengurus melakukan kritisi, harus memenuhi aturan anggaran dasar/rumah tangga. "Tidak ada koreksi atas pertimbangan pribadi," kata dia. Sehingga kritik dapat lebih obyektif dan proporsional. Dalam waktu yang sama dia menjelaskan mengenai strategi pemilihan kepala daerah langsung (pilkada). Menurutnya, tiga hal pokok yang menjadi pertimbangan adalah undang undang dan peraturan pemerintah, aturan internal partai dalam mencalonkan seseorang, serta petunjuk pelaksanaannya sehingga bisa memenangkan Pemilu.
Untuk para calon kepala daerah, kata dia pembangunan ini menjadi penting karena tidak adanya korelasi antara partai dengan orang. ?Memilih partai dan orang sangat berbeda," katanya.
Ia menambahkan rekam jejak, program, dan citra orang sangat menonjol dalam pilkada ke depan. Oleh karena itu dia meminta calon untuk mempertajam pendekatan kultural, dan agama. Sedangkan pendekatan politik adalah yang terakhir dilakukan.
Dia berjanji DPP akan membentuk tim nasional untuk membantu mensukseskan pemenangan Pemilu di daerah. Hingga saat ini masih terjadi tanya jawab tertutup antara Kalla dengan pengurus DPD.
Eworaswa
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Protes anti partai Golkar oleh Kompag dengan senjata tajam dan poster bergambar pohon beringin berkepala mantan presiden Soeharto bertuliskan Bubarkan Golkar di Jalan Proklamasi, Jakarta, 2001 [ TEMPO/ Sudaryono; 20010522]](/hg/photostock/2005/01/26/s_golkar3_high_thumb.jpg) |
![Spanduk bertuliskan hancurkan sisa-sisa orba, percepat pemilu tanpa golkar pada peringatan 100/ seratus tahun Bung Karno di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Rabu, 6/06/2001. [KORAN TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20010617].](/hg/photostock/2005/01/15/s_BC01060602_high_thumb.jpg) |
| Protes anti Golkar oleh Kompag
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|