|
Nasional
PKS Aceh Tampung Korban Tsunami
Selasa, 25 Januari 2005 | 17:00 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sampai dengan saat ini menampung 76 anak-anak yatim korban gempa bumi dan gelombang tsunami di provinsi NAD. Anak yatim yang terdiri atas 49 anak lelaki dan 27 perempuan itu berasal dari Banda Aceh, Aceh Besar, dan Lamno. Untuk sementara anak lelaki diasramakan di kawasan Geuce Inem, Banda Aceh. Sedangkan anak perempuan ditempatkan di dusun Maneh Blang-Pagar Air, Aceh Besar.
Ketua DPW PKS NAD Raihan Iskandar, Lc menyatakan, PKS Aceh akan berusaha memelihara anak-anak yatim tersebut dengan baik. "Mereka tertimpa musibah dua kali. Selain kehilangan harta, mereka juga kehilangan orang-orang yang selama ini menjadi tempat mereka berlindung. Jika tidak kita perhatikan dengan baik mereka bisa kehilangan arah," kata Raihan di Banda Aceh, Selasa (25/1).
Raihan mengemukakan, PKS menaruh perhatian sangat besar pada pemeliharaan anak yatim di Aceh. Pasalnya, selain karena perintah agama, memelihara anak yatim korban tsunami sama dengan memelihara masa depan Aceh. "Kita harus memelihara anak-anak yatim dengan sebaik-baiknya agar pertolongan Allah dekat dengan kita. Anak-anak yatim korban tsunami adalah generasi terbaik, generasi pilihan yang akan membangun Aceh di masa depan," tandas dia.
Lebih lanjut Raihan, yang juga Wakil Ketua DPRD NAD mengungkapkan, PKS memperhatikan berbagai kebutuhan anak-anak yatim tersebut yang meliputi kebutuhan sandang, pangan, bermain, serta pendidikan, baik pendidikan formal maupun keagamaan. Proses belajar mengajar sementara ini diberikan di asrama penampungan. "Setelah kegiatan belajar mengajar formal di Aceh aktif kembali, mereka akan kami masukkan ke sekolah secara resmi," imbuh Raihan.
Secara psikologis kondisi mereka mereka saat ini cukup stabil. Sebab mereka diperlakukan sebagaimana di rumah sendiri. Yang tua menjadi kakak yang kecil menjadi adik.
Dalam kesempatan itu, Raihan juga mengemukakan PKS, yang menjadi motor untuk Komite Kemanusiaan Indonesia untuk Aceh (KKIA) membuka pintu untuk kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari dalam maupun luar negeri untuk menyantuni anak yatim Aceh. Syaratnya, kerja sama tersebut tidak menjadikan anak-anak yatim Aceh tercerabut dari akar budaya dan agama mereka.
Saat ini, lanjut Raihan, ada 150 anak yatim di Lamno yang menunggu diasramakan di Banda Aceh dan Aceh Besar. Dalam waktu dekat mereka akan bergabung dengan anak-anak yatim lainnya, yang sejak sepekan lalu sudah lebih dahulu diasramakan.
Agus Hidayat
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|