|
Nasional
DPR Minta Tanggap Darurat Dipercepat
Selasa, 25 Januari 2005 | 13:47 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua DPR, HR Agung Laksono berharap, pemerintah mempercepat proses tanggap darurat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tanggap darurat ini meliputi pembersihan puing, penguburan mayat, pendataan pengungsi, pembuatan cetak biru recovery dan lain-lain.
Ahmad Farhan Hamid dari Fraksi Partai Amanat Nasonal (PAN) yang mendampingi Agung dalam pertemuan pers Selasa (25/1) di gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, menegaskan bahwa pendataan pengungsi merupakan hal utama yang musti dilakukan. Sebabnya "perlu untuk proses rehabilitasi mendatang,” ujar Farhan.
Dari hasil lawatan Tim Pengawas Bantuan Bencana Aceh dan Sumut, Ketua Tim sekaligus Wakil Ketua DPR, Muhaimin Iskandar, menambahkan bahwa penanganan pemerintah terhadap pengungsi belum sistematis. "Masih banyak kelemahan,” kata Muhaimin dan hal ini katanya, menyebabkan banyak kebutuhan pengungsi yang belum tercukupi. "Harus ada peningkatan koordinasi," Farhan menambahkan.
Menurut Agung, jika tanggap darurat telah dilewati, Badan Otorita Khusus (BOK) Aceh akan menggantikan Bakornas untuk menangani pemulihan. Agung menegaskan, BOK bersifat sementara. "Ada tenggat waktunya, kalau recovey sudah lewat, pemerintahan akan dikembalikan ke Pemda Aceh," jelas Agung. Menurut Agung, ini untuk menghindari timbulnya masalah dengan otonomi khusus dan Pemda Aceh.
Sebelum pertemuan pers, Agung mewakili pimpinan DPR menerima parlemen Republik Korea. Dalam pertemuan ini, Parlemen Korea memberi bantuan sebesar US$ 5 Ribu untuk korban bencana.
Suliyanti
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|