|
Nasional
Itjen Depag : Penyelidikan Baru 6 Persen
Kamis, 13 Januari 2005 | 23:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Inspektorat Jenderal (Itjen) Departemen Agama mengakui baru mengirimkan tim penyelidik dugaan KKN CPNS Depag. Itu pun baru daerah Subang dan Serang sementara daerah-daerah lain baru dipersiapkan timnya. "Memang lama, karena tenaga Depag terbatas. Target penyelidikan saja baru tercover 6 persen,"ujar Irjen Depag, Slamet Riyanto sebelum acara Sertijab Eselon II Depag, Kamis (13/1).
Padahal, kasus-kasus CPNS Depag terjadi di berbagai daerah seperti Karanganyar Jawa Tengah (Lulus tapi tidak ikut test), Tasikmalaya, Jawa Timur, Serang Banten, Subang Jawa Barat, Boyolali Jateng, Rembang, Sumatera Selatan dan lain-lain. Bahkan DPRD Sumatera Selatan telah memanggil Kepala Kanwil Depag Sumatera Selatan Selasa (4/1). "Kalau pers sesuai fakta, saya akan konfirmasikan ke Kanwil,"kata Slamet.
Daerah-daerah belum melapor secara resmi. Padahal Itjen baru melakukan pengusutan jika terdapat pengaduan dari daerah-daerah tersebut. "Saya baru tau dari koran-koran,"kata Slamet. Namun, berita-berita tersebut sudah didistribusikan kepada Inspektur I, II dan III sesuai kejadian di daerah masing-masing asal. “Masing-masing Kanwil akan mendalami,”ujarnya.
Dari penyelidikan Itjen selama ini, menurut Slamet, belum melihat adanya oknum-oknum Depag yang menyimpang. "Di lapangan baru laporan-laporan pengaduan dan dugaan,"katanya. Di Subang sedang diteliti betul atau tidak terjadi KKN. "Akan dipecat jika betul-betul ada indikasi,"ujarnya. Saat ini, penyelidikan baru tingkat internal dan belum dibawa ke Kepolisian.
Mekanisme penyelidikan Itjen, menurut Slamet, adalah pengaduan--diteliti--menurunkan tim--mengolah--dibawa ke Dewan Saran Tindak Lanjut. "Jika seseorang terlibat maka Irjen merekomendasikan sanksi sesuai tingkat kesalahan,"ujarnya.
Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni membantah adanya calo yang menjanjikan kelulusan bagi pembayar Nomor PNS, usai gebrakan 100 hari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Tidak benar itu,"ujarnya usai Sertijab.
Menteri Maftuh berjanji akan memecat jika ada oknum yang melakukan hal tersebut. "Yang sudah ketauan sudah kami tindak ; Koko, pegawai Irjen. Yang lain-lain belum ada. Kalau anda punya bukti tunjukkan orangnya,"ujarnya.
Di Subang peserta lolos seleksi CPNS pada Jumat (31/12) mengeluh adanya pungutan liar yang dilakukan oknum pegawai Kantor Depag Kabupaten Subang. Mereka dimintai dana operasional masing-masing buat lulusan S1 atau calon pegawai golongan IIIA Rp3 juta per orang dan lulusan SLTA atau setara dengan golongan IIB, dimintai Rp 2,5 juta per orang. "Kalau nggak ngasih, SK pengangkatan diancam nggak diurusin," kata sejumlah CPNS yang lulus seleksi.
Badriah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua DPR Akbar Tandjung bersama para pengacaranya, Denny Kailimang (dua dari kiri), Amir Syamsuddin (duduk) disela persidangan kasus Buloggate II di Pekan Raya Jakarta (PRJ), 6 Mei 2002. [TEMPO/ Bagus Indahono; K7A/324/2002; 20020308].](/hg/photostock/2005/01/13/s_K7A32401_high_thumb.jpg) |
![Protes Humanika menuntut agar segera mencekal mereka yang terlibat penjarahan BLBI, dengan poster bergambar Prajogo Pangestu di depan Gedung Kejaksaan Agung, Senin 29 Mei 2000 [TEMPO/ Bernard Chaniago; 29d/481/2000; 2000/05/29]](/hg/photostock/2005/01/11/s_29d48112_high_thumb.jpg) |
| Akbar Tandjung, Denny Kailimang dan Amir Syamsuddin
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|