|
Nasional
Pembangunan Infrastruktur di Aceh Tanpa Tender
Kamis, 13 Januari 2005 | 20:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan, pemerintah akan memulai proses rehabilitasi di Aceh mulai Februari. ?Ini dilakukan sambil jalan, tapi efektifnya kira-kira bulan depan,? katanya saat konferensi pers, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (13/1).
Menurut Kalla, tujuan rehabilitasi untuk memperbaiki berbagai infrastruktur dan sarana yang rusak berat pascabencana. Seperti membangun sekolah, kantor-kantor, rumah, pasar, dan sentra-sentra ekonomi lainnya. Kalla telah memerintahkan Wakil Gubernur Aceh Azwar Abubakar segera mengumpulkan semua kontraktor yang masih tersisa di Banda Aceh dan Meulaboh. ?Kemudian semua konsultan-konsultan kecil di sana, kita minta kumpul untuk memberikan semangat mereka bekerja kembali,? katanya.
Sedangkan Departemen Pekerjaan Umum diminta menaksir nilai kerusakan semua bangunan, termasuk harga perbaikan yang dibutuhkan. Hasil taksiran itu, kata Kalla, akan disampaikan kepada pihak-pihak yang ingin membantu pembangunan kembali Aceh. ?Misalnya, ongkosnya sekian, kontraktornya ini. Nah silakan saja mulai kerja,? kata dia.
Kalla mengakui proses ini tentu saja tidak sesuai dengan prosedur yang lazim dilakukan, seperti adanya proses tender kepada masing-masing kontraktor yang berminat. Karena, adanya kondisi darurat yang membutuhkan penanganan dan tindakan cepat. ?Tentu dalam keadaan darurat tidak lagi dibutuhkan suatu proses yang panjang. Kalau prosesnya panjang, kapan kita mau mulainya,? ujarnya.
Jadi, kata dia, persetujuan berbagai proyek rehabilitasi tersebut hanya melibatkan tiga pihak, yaitu Departemen Pekerjaan Umum, konsultan, dan pihak penyandang dana. ?Sudah jalan saja, agar segera terjadi,? kata dia. Tentu saja, pemerintah juga akan menetapkan berbagai standar pengerjaan proyek tersebut.
Yura Syahrul?Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|