|
Nasional
Nelayan Mulai Mencari Ikan di Perairan Aceh
Minggu, 02 Januari 2005 | 12:49 WIB
TEMPO Interaktif, Sibolga: Nalayan di kawasan Perairan Barat Sumatera, antara Sibolga-Aceh, mulai mencari ikan. Sedikitnya ada lima kapal nelayan yang terbuat dari kayu itu mengapung-apung di laut. Posisi nelayan itu berada di 10 mil dari garis pantai.
Garis panti ini berjarak kurang lebih 280 mil dari pusat gempa yang kemudian menimbulkan gelombang tsumani pada Minggu, 26 Desember lalu itu. Belum banyak nelayan yang melaut. Terbukti, ratusan kapal-kapal nelayan lainnya masih bersandar di pelabuhan.
Para pemilik kapal terlihat masih memilih istirahat menunggu kabar bahwa bencana gelombang tsunami susulan sudah tidak akan datang lagi. Berdasarkan pantauan Tempo dari KRI Silas Papare, kapal nelayan yang kecil itu terlihat melempar jaring ikan. Tak jelas mulai kapan mereka melaut.
KRI Silas Papare berlayar tujuan Meulaboh membawa bantuan obat-obatan, makanan, dan minuman sekitar 12 ton. Kapal ini merupakan rangkaian armada TNI Angkatan Laut yang mengirim bantuan logistik ke Nanggroe Aceh Darussalam.
Kapal-kapal yang lebih dulu masuk ke Meulaboh, yaitu KRI Teuku Umar, KRI Pati Unus, KRI Imam Bonjol, KRI Sultan Taha Syarifuddin, KRI Cut Nyak Dien, dan KRI Teluk Sabang. Sedang kapal perang berikutnya yang hendak masuk ke wilayah Aceh, yakni KRI Silas Papare dan KRI Kambani.
Di belakang KRI Silas Papare masih ada satu kapal lagi yang membawa bantuan khusus peralatan medis, yaitu KRI Teluk Banten. Menurut salah seorang awak KRI Silas Papare, KRI Teluk Banten juga membawa relawan dokter, perawat, serta petugas kesehatan lainnya.
Sunariah-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|