Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

90 Hektare Lahan Gelora Bung Karno Hilang
Selasa, 14 Desember 2004 | 15:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Direktur Gelora Center, Yusuf Rizal, mensinyalir terjadinya praktek korupsi, kolusi dan nepotisme dalam pengelolaan Gelora Bung Karno. ?Masalah pendapatan keuangan tidak jelas pertanggungjawabannya,? kata Yusuf Rizal, di Jakarta, Selasa (14/12). Menurutnya, pihaknya bekerja sama dengan Indonesian Sport watch (ISW) menggali data-data mengenai kawasan pengelolaan Gelora Bung Karno.

Karena tidak ada transparansi itu, katanya, Gelora Bung Karno menjadi lahan yang empuk untuk dijadikan praktek KKN. Lahan yang semula 360 hektare saat ini tinggal 270 hektare. ?Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra harus menanganinya. Ini menjadi tantangan bagi Mensesneg untuk target 100 hari kerja kabinet yang baru,? katanya

Yusuf mencontohkan beberapada data yang berhasil ditelusuri ISW. Sekitar 90 hektare lahan Gelora Bung Karno hilang tanpa alasan yang jelas. Berapa diantaranya saat ini ditempati pusat perbelanjaan Ratu Plaza dan Panin Bank. Pemanfaatan lahan banyak yang tidak transparan dalam masalah kontrak. Misalnya saja Hotel Hilton, Hotel Mulia, Plaza Senayan, dan Apartemen Senayan.

Selain itu, penggunaan lahan Manggala Wanabhakti juga diduga syarat dengan KKN. Gedung Manggala Wanabhakti dibangun oleh Yayasan Manggala Wanabhakti di atas lahan milik Gelora Bung Karno. Pembangunannya diperoleh melalui pungutan dari pengusaha yang memperoleh izin pengelolaan hutan. Besarnya sumbangan diperkirakan mencapai US$ 250 ribu per izin. Yang aneh, ruangan yang ada didalam gedung itu disewakan namun tidak memberi kontribusi apapun bagi Gelora Bung Karno.

Yusuf mengakui, kasus ini sudah beberapa kali diberitakan media massa. Dia menilai, selama ini semua masalah yang terjadi berkaitan dengan aset Gelora Bung Karno selalu diselesaikan di bawah meja. Sehingga, masyarakat tidak mengetahui penyelesaian kasus-kasus yang terjadi sebelumnya. Untuk itu, Gelora Center berharap, Mensesneg bisa menata ulang peran dan fungsi Gelora Bung Karno. ?Dalam pemerintahan yang baru ini Mensesneg bisa melakukan pembenahan agar sarana olahraga yang tersedia bisa memberi kontribusi untuk perkembangan olahraga nasional,? kata dia.

Suseno?Tempo



INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketua DPR: Koalisi Kebangsaan Tidak Diperlukan Lagi
Yusril Ihza Bawa Surat Presiden ke DPR
Presiden Tidak Akan Hadiri Sidang Interpelasi DPR
Yusril Ihza Bantah Tekan Hakim untuk Menangkan Perkara


Website

Sekretariat Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data