|
Nasional
Pemerintah Kesulitan Melestarikan Fungsi Danau
Rabu, 08 Desember 2004 | 15:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Deputi Bidang Pelestarian Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup Sudariyono mengatakan, persoalan penting yang terjadi pada danau di Indonesia saat ini adanya perubahan fungsi. Salah satu fungsi danau adalah sebagai penyimpan air yang berasal dari hujan, mata air, dan sungai.
"Jika fungsi danau mengalami penurunan, airnya menjadi dangkal, akibatnya bisa saja menimbulkan banjir," papar Sudaryono kepada Tempo seusai loka karya nasional masalah danau kedua di Hotel Ibis Jakarta, Rabu (8/12).
Kondisi danau di Jakarta, menurut dia, tidak ada bedanya dengan danau di tempat lain. Perubahan fungsi danau belakangan ini utamanya disebabkan oleh prioritas prinsip ekonomis daripada ekologis. "Danau-danau yang ada sekarang praktis tidak digunakan untuk kegiatan konservasi lagi," katanya.
Konsekuensi dari perubahan fungsi danau antara lain mengakibatkan erosi dan sedimentasi. Indonesia memiliki lebih dari 500 danau. Danau-danau alam yang masih terawat kebanyakan ada di luar Pulau Jawa. Diakuinya untuk mengembalikan fungsi asli danau saak sekarang amat sulit. "Kita bisa menghentikan laju kerusakan sehingga keadaannya menjadi stagnan, itu sudah bagus," ujarnya.
Dia mengingatkan dana rehabilitasi lahan kritis sangat besar. Apalagi jika harus dilakukan pengerukan sedimentasi pada waduk. "Oleh karenanya pengerukan waduk hampir tidak ada, dananya terlalu mahal," katanya. Yang bisa dilakukan pemerintah dalam melestrasikan keberadaan danau, yaitu dengan melibatkan partisipasi masyarakat, lembaga swadaya, serta media massa.
Fanny Febiana-Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|