Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Nabiel: Sulit Adili Penyebab Kebakaran Hutan
Senin, 28 Juni 2004 | 18:26 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Negara Lingkungan Hidup Nabiel Makarim mengakui bahwa kesulitan terbesar dalam mengatasi masalah kebakaran hutan yang kembali merebak akhir-akhir ini adalah masalah penegakan hukumnya.

“Ini seperti kesulitan yang lain di republik ini,” ujar Nabiel kepada wartawan usai sidang paripurna pengesahan Protokol Kyoto di Gedung DPR/MPR RI Jakarta, Senin (28/6).

Namun, tambah Nabiel, hal itu tidak membuat pihaknya mundur dan putus asa. “Saya butuh dorongan dari masyarakat termasuk media. Kalau kami mundur dan patah semangat, tegur kami,” tegasnya.

Saat ini pihak Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang bekerja sama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan dalam Tim Terpadu Satu Atap Nasional untuk mengusut pemilik lahan yang di tempatnya terjadi titik api. “Ini baru jalan, datanya sedang diambil. Posisi hot spot di-overlay dengan posisi pemilik lahan,” jelas Nabiel.

Nabiel mengaku kesulitan dalam mengusut lebih lanjut daerah titik api karena medan di lapangan yang berat. “Kadang-kadang hot spot terjadi di daerah yang tidak ada jalannya,” ujarnya.

Sementara mengenai perjanjian antar-negara ASEAN tentang masalah kerusakan hutan, Nabiel mengakui bahwa sampai saat ini Indonesia belum mau menandatanganinya. Keengganan Pemerintah Indonesia untuk tanda tangan, katanya, karena pemerintah menginginkan masalah yang dibahas dalam perjanjian tersebut tidak hanya masalah asap, tapi juga masalah illegal logging.

“Indonesia akan tanda tangan jika aturannya berubah. Jadi jangan kita masuk sana untuk ditunjuk-tunjuk, sementara kayu kita dimaling oleh yang nunjuk-nunjuk tersebut,” ujarnya tanpa menyebut negara yang dimaksud.

Rina Rachmawati - Tempo News Room

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Resmi Ratifikasi Protokol Kyoto
Pengusaha Pembakar Hutan Dibawa ke Jakarta
Nabiel Makarim: Kekeringan 2004 Tak Seberat 2003
Meneg LH dan Menhut Beda Pendapat Soal Asap di Riau
Gubernur Sumsel Minta Bupati Waspadai Asap
Jarak Pandang di Pekanbaru Belum Normal
Kabut Asap Tunda Penerbangan di Pekanbaru
Artis Sampaikan Pesan Lingkungan
10 Kota Peroleh Piagam Adipura
Nabiel Makarim: Institusi Lingkungan Hidup Tidak Akan Dihilangkan
> selengkapnya...


Referensi

Kebakaran Hutan: Bencana Tahunan Riau

Website

Walhi


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< June,2004>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data