|
Nasional
Sholahuddin Wahid Kerepotan Dengan Adanya Fatwa
Minggu, 06 Juni 2004 | 17:07 WIB
TEMPO Interaktif, Kediri: Munculnya fatwa ulama Nahdlatul Ulama (NU) dalam pertemuan di Pondok Pesantren Besuk, Pasuruan yang mengharamkan keberadaan presiden perempuan membuat calon wakil presiden (cawapres) Sholahuddin Wahid (Gus Sholah) merasa kerepotan. "Fatwa itu jelas melanggar hak asasi manusia. Tapi saya tidak berhak melarang para ulama untuk berbicara, termasuk mengeluarkan fatwa," kata Gus Sholah usai melakukan silaturrahmi dengan sejumlah ulama di Pondok Pesantren Al Ma'ruf, Bandar Kidul, Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (6/6).
Menurut Gus Sholah, fatwa ulama itu kemudian menimbulkan realitas sosial yang kontroversial, ada pro dan kontra terhadap fatwa. Karena sebagian umat Islam mengganggap, fatwa merupakan hak Tuhan yang perlu disuarakan. "Munculnya fatwa itu justru jadi bumerang terhadap pencalonan saya sebagai wapres. Untuk itu saya mohon pengertian kepada semua pedukung saya agar tidak sembarang mengeluarkan pendapat yang mengandung unsur character assasinations," kata Gus Sholah.
Hari ini, selain di Ponpes Al Ma'ruf, Gus Sholah juga berkampanye di Stadion Mandala Krida, Tulungagung. Selajutnya, dirinya berencana mendatangi Ponpes Al Kamal, Kunir, Blitar, lalu ke Ponorogo untuk bertemu Wiranto.
Dwidjo U. Maksum - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|