|
Menteri Pertanian Minta Bantuan Polisi Amankan Pupuk
Senin, 10 Mei 2004 | 18:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertanian Bungaran Saragih meminta kepolisian turut serta mengamankan ketersediaan pupuk untuk petani. Hal ini dikemukakannya menanggapi kelangkaan pupuk di sejumlah wilayah belakangan ini. "Kami sangat mengharapkan bantuan DPR, masyarakat dan kepolisian untuk mencegah larinya pupuk bersubsidi ke industri, perkebunan dan ekspor," katanya dalam rapat kerja dengan Komisi Pertanian DPR RI di Jakarta, Senin (10/5).
Kendati demikian, Bungaran menyatakan kelangkaan pupuk belum mengkhawatirkan karena hanya terjadi di sebagian kecil areal tanam. "Yang mengalami kelangkaan cuma ratusan hektare, kita punya belasan juta hektare areal tanam. Jadi masih belum sampai satu persen," ujarnya kepada wartawan.
Bungaran memastikan stok pupuk untuk kebutuhan dalam negeri kondisinya aman, dengan harga jual yang sudah ditetapkan Rp 1.050 per kg dan dijual dalam karung ukuran 50 kg. Kalaupun harganya lebih dari yang ditetapkan, itu disebabkan petani tidak membeli per karung tapi per kg. Ia meminta, bila ada penyelewengan harga, hendaknya dilaporkan pada aparat yang berwenang.
Harga pupuk Rp 1.050 per kg merupakan harga yang telah disubsidi dari Rp 1.350 per kg. Pemerintah menyalurkan dana subsidi Rp 1,3 triliun pertahun. Dengan subsidi ini, Bungaran yakin perusahaan pupuk tetap mendapat keuntungan. Oleh sebab itu, Bungaran tidak percaya adanya penyelundupan pupuk ke luar negeri.
Mawar Kusuma - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|