|
Nasional
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
28 April 2004
TEMPO Interaktif, Jakarta:Siswono Yudhohusodo mengaku juga dilirik Wiranto sebagai wakil presiden, di samping lirikan Amien Rais, Hamzah Haz, dan pencalonan sebagai presiden oleh sepuluh partai politik. Tapi dari lirikan itu, dia mengaku paling pas berpasangan dengan Amien meski belum memastikan akan berpasangan dengan Amien.
Hal ini dikatakan Siswono usai mewisuda sarjana Universitas Pancasila di Jakarta, Rabu (28/4) siang. Menurut Siswono, berpasangan dengan Amien dianggapnya merupakan pasangan alternatif terbaik. "Pak Amien kan calon presiden potensial dengan track record reformis yang baik dan bersih," kata dia menguraikan alasannya.
Ajakan menjadi calon wapres, kata Siswono, juga dilontarkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang hendak memasangnya mendampingi Hamzah Haz andai Ketua Umum PPP itu tidak berpasangan dengan Megawati. Namanya pun menjadi alternatif pilihan Wiranto, di samping nama Sri Sultan HB X, Sholahuddin Wahid, dan Hasyim Muzadi.
Menurut Siswono, hari-hari ini dipergunakannya untuk merenungkan keputusannya. Tentang tawaran Amien ini, dianggapnya sebagai kehormatan, tapi, "Saya juga menghormati tawaran partai-partai lain. Bagaimana jika saya ambil tawaran yang satu, tawaran yang lain bagaimana, itu harus dipikirkan betul."
Siswono mengatakan empat hari lalu ia bertemu dengan Amien di samping pertemuan yang intens dengan PPP, dan Agung Laksono serta Theo Sambuaga dari Partai Golkar. "Jangan terburu-buru ambil keputusan, tapi juga jangan lama-lama," tegasnya. Menurutnya, dia bisa saja menjadi presiden, wakil presiden, atau bahkan tak menduduki posisi apapun di pemerintahan.
Ketika dia diberikan pilihan menjadi wakilnya Wiranto atau Amien, kata Siswono, pilihan akan jatuh kepada Amien. Siswono menyatakan ia cukup dekat dengan Wiranto yang menjadi kawannya bermain golf. Dia juga menghargai proses konvensi Partai Golkar, tapi menyesalkan aroma money politics yang terjadi baik di pusat maupun daerah.
"Itu contoh pendidikan politik yang sangat buruk," kata Siswono menekankan. Padahal, menurut dia, politik uang merupakan satu bentuk masalah dekadensi moral politik.
Istiqomatul Hayati - Tempo News Room
|