Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

KPPU Temui Petani Gula
22 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar pukul 11.15 WIB Direktur Eksekutif Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Nawir Messi, akhirnya keluar menemui para petani tebu seluruh Indonesia yang siang ini menyampaikan protes ke kantor KPPU.

Ia berusaha menenangkan massa yang sebelumnya sudah berteriak-teriak meminta pejabat KPPU keluar menemui mereka. Sementara koordinator aksi Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia, Arum Sabil, yang semula bernegosiasi di dalam KPUU ikut keluar bersama Nawir.

"Pada prinsipnya kami sejalan dengan bapak-bapak para petani sekalian," kata Nawir di depan massa petani tebu yang memadati depan kantor KPPU di jalan Ir. H Juanda Jakarta, Kamis (22/4).

Sementara Nawir belum selesai menyampai pernyataan, para petani tebu sudah berteriak-teriak menanyakan apakah sikap PKKU yang sebenarnya tentang SK No. 643/MPP/KEP/9/2002 tentang tata niaga gula. "Jadi bagaimana pak, dengan SK 643 jadi dicabut atau tidak," kata para pengunjuk rasa.

Seruan itu dijawab oleh Nawir bahwa tidak ada yang ingin mencabut SK 643. Sontak para petani langsung bertepuk tangan dengan suara riuh rendah dan akhirnya menerima pertanyaan Direktur Eksekutif KPPU tersebut.

Mereka saat ini berangsur-angsur meninggal depan kantor KPPU untuk menuju pelabuhan Tanjung Priok. Rencananya mereka akan menyaksikan secara langsung pemusnahan 150 kontainer gula ilegal dari jumlah keseluruhan 167 kontainer. "Mari saudara-saudara kita menuju Tanjung Priok untuk melihat orang-orang yang selama ini mengatasnamankan orang miskin," kata Arum dari atas truk yang membawa sound system sekaligus menjadi pemimpin rombongan para petani dalam aksi ini.

Adapun para petani lainnya menggunakan bus mengiringi dari belakang untuk menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Sementara menurut Arum, di sana telah menunggu Aliansi Rakyat Miskin yang meminta gula ilegal jangan dimusnahkan namun justru dibagikan ke rakyat miskin. Untuk itu Arum meminta kepada para petani untuk tidak terprovokasi oleh unsur masyarakat lain. "Namun kalau mereka menggangu apa boleh buat," kata Arum.

Anastasya - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Petani Tebu Se-Indonesia Protes ke KPPU.
Petani: Gula Ilegal Harus Segera Dimusnahkan
Gula Kasar Ditahan di Pulau Lembar, Mataram
Bungaran Setuju Musnahkan Gula Selundupan
Awal April, Perpu Illegal Logging Siap Keluar

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data