|
Nasional
Kesenian Anak Indonesia Dinilai Stagnan
22 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Asisten Deputi Kesenian Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Surya Yuga mengatakan, kesenian anak Indonesia sedang mengalami stagnasi. Hal ini dikatakannya seusai penyerahan penghargaan bagi pemenang lomba lukis anak-anak tingkat nasional, tingkat Asean, dan penulisan kritik seni di media massa, Jakarta, Senin (22/12).
Kondisi stagnan ini bisa dilihat dari perolehan tiga medali emas dari 10 medali yang diperebutkan. "Mudah-mudahan bukan pada titik kulminasi," kata Surya. Padahal, selama ini jumlah sanggar bertebaran di beberapa daerah Indonesia, apalagi Jakarta.
Surya menilai sanggar-sanggar itu cenderung bermain dengan dirinya sendiri. "Mereka mengejar prestasi dan mengabaikan perkembangan bakat anak," ujarnya.
Dia membandingkan sanggar di Indonesia dengan sanggar di luar negeri. "Di luar, tiap sanggar mempunyai ide inovasi," katanya. Sehingga sanggar yang ada bisa membaca perkembangan dirinya. "Oleh karenanya bagaimana sanggar itu (di Indonesia) bisa menggali potensi anak," ujar Surya.
Secara umum, kata Surya, terjadi penurunan sanggar pada tahun ini. "Perkembangan sanggar 2003 menyusut," katanya. Namun dia tak menyebutkan penyusutan itu lebih detail.
Muchamad Nafi - Tempo News Room
|