Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Aceh

Arun dan Exxon Tolak Komentar Soal Hengkangnya TNI
13 November 2003

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: Juru Bicara perusahaan pencairan gas alam di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam PT Arun NGL Co, mengaku pihaknya belum mendapat informasi secara resmi menyangkut peralihan tanggung jawab pengamanan obyek vital nasional dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke Polisi Republik Indonesia (Polri). “Kami belum mendapatkan informasi resmi menyangkut hal itu,” kata Irwandar singkat ketika dihubungi via telepon, Kamis (13/11) siang.

Sementara itu, pihak ExxonMobil ketika ditanya hal yang sama mengatakan, hal serupa. “Yang mengkoordinir masalah pengamanan terhadap operasional Exxon itu BP Migas,” kata Deva Rachman, Juru Bicara ExxonMobil.

Karena itu, kata dia, pihak ExxonMobil tidak dapat menjelaskan apapun menyangkut segala bentuk informasi yang terkait dengan masalah pengamanan operasional perusahaan. “Kalau saya yang jawab itu salah, karena prosedurnya tanggung jawab BP Migas,” jelasnya

Deva juga menolak menyebutkan bantuan perusahannya kepada para prajurit TNI yang ditugaskan dalam pengamanan aset dan karyawan ExxonMobil.

Di Aceh Utara, dari sekian banyak perusahaan vital yang ada di daerah kaya gas alam ini, hanya dua perusahaan yang termasuk dalam kategori obyek vital nasional. Kedua perusahaan ini, untuk alasan keamanan dan kelancaran produksi mendapat pengamanan dari pasukan TNI yang tergabung dalam Satuan Pengamanan Obyek Vital Nasional. Kedua perusahaan itu masing-masing adalah, PT Arun NGL Co. dan ExxonMobil Oil Indonesia.

Bahkan ketika Komando Operasi Tentara Nasional Indonesia dibentuk di Aceh sejak 2001, Satgas Pam Obvitnas tetap ada diantara Satgas lainnya yang sebagai bagian dari Koops TNI. Sekitar 4 batalyon pasukan berada didalam untuk mengamankan kedua perusahaan tersebut.

Zainal Bakri ­ Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Arun dan Exxon Tolak Komentar Soal Hengkangnya TNI
Polisi Militer Pengaman Bandara Belum Ditarik
Draft RUU TNI Sudah di Sekretariat Negara
Tim Penyelidik Jatuhnya Sikorsky Dibentuk
Helikopter TNI Jatuh, Tujuh Tewas

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data