Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Polisi Militer Pengaman Bandara Belum Ditarik
12 November 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sampai hari ini belum ada perintah dari Panglima TNI untuk menarik pasukannya yang bertugas mengamankan objek vital nasional Bandara Soekarno-Hatta. Sejak dua bulan lalu, sebanyak dua regu anggota polisi militer TNI masih bertugas mengamankan objek vital tersebut hingga saat ini.

Hal itu dijelaskan Komandan Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI Mayjen Sulaiman AB usai menerima kedatangan Chief of Military Police The Kingdom of Nederland Mayjen Nei Singh, bertempat di Markas Puspom TNI Jalan Medan Merdeka Timur, Rabu (12/11).

Ditegaskan Sulaiman, hingga saat ini dirinya belum mendapat perintah untuk menarik pasukannya dari objek vital tersebut. ?Saya belum tahu persis. Yang saya tahu, yang dimaksud panglima TNI adalah objek vital nasional Freeport dan Bontang. Sedangkan yang lain belum ada perintah,? katanya.

Dia menandaskan, begitu Panglima TNI menyatakan tidak boleh ada pengamanan di bandara oleh TNI, dirinya siap mencabut perintah untuk melakukan pengamanan di lokasi tersebut. ?Tetapi sampai saat ini belum ada larangan,? ujarnya.

Pemberian bantuan pengamanan bandara tersebut dilakukan Puspom TNI atas permintaan dari PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara internasional Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, sejak dua bulan lalu hingga sekarang ada dua regu personel TNI yang berjumlah 20 orang, yang setiap harinya berada di bandara.

Mengenai kedatangan Danpuspom Belanda tersebut, Sulaiman menegaskan tamu dari Belanda itu memang diundang oleh PT Angkasa Pura untuk melihat bagaimana pengamanan di Bandara Soekarno-Hatta. Karena menurut dia pengamanan bandara di Nederland dilakukan oleh polisi militer setempat. ?Jadi semacam studi banding,? katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa waktu lalu Panglima TNI mengusulkan agar pasukan TNi ditarik dari pengamanan obyek-obyek vital di seluruh Indonesia. Alasannya, agar TNI tidak dijadikan kambing hitam jika terjadi masalah di kawasan tersebut.

Diah A Chandraningrum - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

Arun dan Exxon Tolak Komentar Soal Hengkangnya TNI
Polisi Militer Pengaman Bandara Belum Ditarik
Draft RUU TNI Sudah di Sekretariat Negara
Tim Penyelidik Jatuhnya Sikorsky Dibentuk
Helikopter TNI Jatuh, Tujuh Tewas

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data