|
Nasional
Tim Penyelidik Jatuhnya Sikorsky Dibentuk
31 Oktober 2003
TEMPO Interaktif, Jakarta: Berkaitan dengan peristiwa jatuhnya helikopter Sikorsky S-58T, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara telah membentuk tim untuk menyelidiki penyebab jatuhnya heli tersebut. Tim ini terdiri dari berbagai unsur, baik dari pangkalan maupun dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara. “Waktu yang dibutuhkan mungkin sekitar satu sampai dua mingguan. Tetapi tergantung bagaimana melihat peristiwa ini di lapangan,” kata kepala dinas penerangan TNI AU Marsekal Pertama Sagom Tamboen kepada Tempo News Room melalui sambungan telepon, Jumat (31/10).
Seperti diberitakan sebelumnya, hari Rabu (29/10) yang lalu, sebuah helikopter milik TNI AU jatuh di areal pangkalan udara Atang Sanjaya Bogor. Ketujuh anggota TNI AU yang berada di dalam helikopter tersebut, 2 penerbang dan 5 mekanik, tewas seketika. Hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti jatuhnya helikopter.
Menurut Sagom, tim penyelidik melibatkan berbagai unsur, seperti penerbang, kesehatan, psikologi dan mekanik. Tim diketuai komandan pangkalan udara Atang Sanjaya sendiri yakni Kolonel Penerbang Teuku Djohan. Tim tersebut telah mulai bekerja sejak kemarin.
Adapun tugas tim adalah untuk mencari keterangan dan data-data yang mendukung di lapangan. Selanjutnya, hasil temuan tim akan diserahkan kepada Mabes TNI AU untuk kemudian dianalisa. “Setelah itu, baru kami dapat memberi penjelasan tentang penyebab jatuhnya helikopter,” kata Sagom lagi.
Lebih jauhm, Sagom juga tidak ingin menjelaskan dugaan sementara penyebab jatuhnya helikopter. “Tidak ada. Janganlah kita berandai-andai. Nanti kalau salah bagaimana,” ujarnya lagi.
D.A Candraningrum - Tempo News Room
|