|
Nasional
Kapolri Minta Gerakan Aceh Merdeka Tidak Peringati Hari Jadinya
03 Desember 2002
TEMPO Interaktif, Purwakarta:Kepala Polri Jenderal Polisi Da'i Bachtiar kembali meminta pihak gerakan sparatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) untuk mentaati kesepakatan-kesepakatan damai dengan pemerintah RI. Dan, GAM tidak perlu mengadakan peringatan hari jadinya pada Rabu (4/12) besok.
"Kita kan telah sepakat menuju perdamaian yang akan ditandatangani 9 Desember. Dan, mereka tidak lagi harus menaikan bendera," kata Da’i, menjawab Tempo News Room, di Purwakarta, Selasa (3/12).
Ditegaskan, Polri telah melakukan persiapan-persiapan seperlunya buat mengantisipasi rencana perayaan peringatan hari jadi GAM itu. Dalam urusan ini, semaksimal mungkin polisi akan mengantisipasi terjadinya tindakan-tindakan provokasi yang akan dilakukan pihak GAM.
Di tempat terpisah, kelompok gerilyawan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menyatakan mereka akan berupaya menghindar bila terjadi serangan dari pihak TNI saat berlangsung upacara Milad 4 Desember, Rabu (4/12) besok. Pernyataan ini disampaikan jurubicara sayap militer GAM Wilayah Pase, Teungku Jamaika, kepada Tempo News Room, melalui telepon, Selasa (3/12).
Namun, tambah dia, pihaknya tidak mungkin untuk bersikap defensif jika aparat TNI terus melakukan upaya pengejaran ketika GAM telah berusaha menghindari bentrokan bersenjata. "Jika itu terjadi maka tidak dapat dihindari lagi, pasti timbul kontak tembak dengan pasukan TNI," katanya.
Pernyataan senada disampaikan Panglima GAM Wilayah Jeunieb, Darwis Jeunieb, ketika menerima sejumlah wartawan di sebuah lokasi tempat personil militer GAM kerap melakukan latihan rutin, akhir Nopember lalu.
Berkait dengan Milad GAM, TNI secara tegas menyatakan tidak akan membiarkan adanya upacara Milad GAM. Komandan Satuan Tugas Penerangan Koops TNI, Letkol CHB Firdaus, membenarkan jika pihaknya telah menyiapkan 4 heli untuk melakukan pantauan dari udara. "Menyangkut serangan dari heli, itu tergantung dari situasi di lapangan nanti," katanya.
Sementara itu, satu hari menjelang Milad GAM, situasi di kota Lhokseumawe masih tetap ramai kendati pada Senin (2/12) malam sempat terdengar dua kali ledakan bom. Aktivitas masyarakat berlangsung seperti biasa. Pusat-pusat pasar tetap dipenuhi warga yang ingin menyiapkan berbagai keperluan Lebaran.
Patroli aparat TNI dengan kendaraan trail dan truk militer juga masih terlihat di berbagai jalan di dalam dan luar kota. Sumber Tempo News Room di jajaran Pusat Komando Operasi (Koops) TNI di Lhokseumawe menyatakan, hingga Selasa siang belum ada laporan adanya serangan terhadap pasukan TNI yang melakukan tugas pengamanan. (Nanang Sutisna/Zainal Bakri-Tempo News Room)
|