Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kasus tewasnya tenaga kerja Indonesia:

Jenazah Sringatin Tiba Di tanah Air
07 April 2001

TEMPO Interaktif, Jakarta:Jenazah Sringatin, tenaga kerja Indonesia asal Madiun, Jawa Timur yang tewas dibunuh majikannya di Arab dalam keadaan mengandung 4 bulan, Sabtu (7/4) tiba di Indonesia melalui bandar udara Cengkareng pukul 11.00. Jenazah Sringatin selanjutnya dibawa rombongan yang terdiri dari pihak keluarga mendiang Sringatin, dan kuasa hukum keluarga Sringatin, Lembaga Pelayanan dan Bantuan Hukum Tenaga Kerja Indonesia (LPBH-TKI) ke Kudutaan Besar Saudi Arabia di Jl. Gatot Subroto, Jakarta.

Setibanya di depan Gedung Kedutaan, rombongan pengantar jenazah langsung melakukan shalat jenazah dengan imam Ustad Muhamad Toyib. Shalat jenazah dengan jamaah sebanyak 20 orang itu dilakukan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan brigade mobil sebanyak dua satuan setingkat kompi.

Tujuan kedatangan rombongan menurut Munir Achmad, Ketua LPBH-TKI, adalah untuk menuntut agar pemerintah Arab lebih menghargai tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sana. “Kalau mereka mau dihargai, mereka harus juga menghargai kita” kata Munir. Yang lebih menyakitkan, menurut Munir, majikan Sringatin, Abdullah, berniat membuang jenazah Sringatin.

Pihak kuasa hukum korban menuntut agar pemerintah Indonesia berperan aktif mengatasi masalah ini melalui jalur hukum karena sampai saat ini belum diketahui apakah majikan korban, Abdullah, sudah dikenai sanksi hukum atau belum. “Belum ada kepastian apa-apa mengenai majikannya” tutur Elly anggota LPBH-TKI. Selain itu mereka juga menuntut agar hak-hak korban, seperti gaji dan agar ganti rugi dipenuhi. Pihak Kedutaan Saudi Arabia, melalui Chief Security, Aiman, mengatakan akan memperhatikan hal ini dengan baik dan bersedia memenuhi semua tuntutan korban.

Sringatin, putri kedua dari dua orang bersaudara anak dari pasangan Kusran Kusni dan Sri Rahayu yang lahir tanggal 24 Agustus 1973 ini berangkat ke Saudi Arabia sebagai tenaga kerja Indonesia melalui PT Buman Jaya Duta Putra pada tahun 1999. Sesampai di Arab, Sringatin ditempatkan di kota Riat, Toib. Sringatin tewas dibunuh majikannya pada tanggal 22 Juni 2000 setelah diperkosa dan mengandung 4 bulan. Selama ini jenazahnya disimpan di rumah sakit di Saudi Arabia. Menurut Kusran rencananya Sringatin akan menikah pada bulan puasa kemarin karena seharusnya Sringatin sudah pulang saat itu.

Rencananya, jenazah Sringatin akan dibawa ke Madiun dari kantor LPBH-TKI sore ini sekitar pukul 15.30. Pihak keluarga korban akan memakamkan jenazah Sringatin di kampung halamannya di Kampung Klorongan, Kelurahan Geger, Madiun, Jawa Timur. (Elba Veva Mulia)

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

TKW Dihipnotis di Stasiun Jatinegara
Ribuan TKI di Korea Akan Dipulangkan
ICW: Koordinator Menerima Premi Rp 3,5 Miliar
ICW Adukan Menteri Jacob Nuwa Wea ke Polda, Besok
TKI Korban Bom di Riyadh Keluar Rumah Sakit

 
Berita nasional Lainnya

PKB Calonkan Sophan Sophian Sebagai Cawapres
(Rabu, 28/04/2004 | 00:33 WIB)
KPU Siapkan Tata Cara Debat Pemilu
(Rabu, 28/04/2004 | 19:29 WIB)
Amien Rais Masih Bungkam Soal Pasangannya
(Rabu, 28/04/2004 | 18:24 WIB)
Siswono Juga Mengaku Dilamar Wiranto
(Rabu, 28/04/2004 | 18:00 WIB)
KPU Tak Akan Umumkan Hasil Pemeriksaan Kesehatan Capres
(Rabu, 28/04/2004 | 17:17 WIB)
Hamzah: PDIP Terima Visi dan Misi PPP
(Rabu, 28/04/2004 | 16:22 WIB)
Wiranto Periksa Kesehatan
(Rabu, 28/04/2004 | 15:59 WIB)
Gus Dur: Saya Tidak Akan Gandeng Militer Jadi Cawapres
(Selasa, 27/04/2004 | 20:31 WIB)
SBY Mengajak NU Bergabung Dalam Pemerintahannya
(Selasa, 27/04/2004 | 19:53 WIB)
Cawapres PDIP Ditetapkan Tanggal 3 Mei
(Selasa, 27/04/2004 | 11:46 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data