Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXXIII/17 - 23 Januari 2005
   
Laporan Khusus

Saya Menyelamatkan Republik

Sebagai pejabat yang mengizinkan penanaman terbatas kapas transgenik, mantan Menteri Pertanian Bungaran mengaku tidak terusik berita penyuapan oleh Monsanto. ?Saya tidak pernah menerima suap dari mereka,? ujarnya. Kamis pekan lalu, sehari sebelum dipanggil KPK, wartawan Tempo L.R. Baskoro, Maria Rita, Rr. Ariyani, dan Agus Hidayat mewawancarai Bungaran di sebuah hotel di Bogor. Berikut petikannya.

Kenapa dulu Anda mengizinkan penanaman kapas transgenik?

Karena kapas itu tidak masuk mulut manusia dan hewan. Juga ada demonstrasi petani yang menginginkan tanaman kapas itu. Memang ada yang menolak, tapi semuanya kita kaji. Nah, dalam keadaan begitu, saya ambil risiko. Saya memihak petani, karena petani menuntut.


Tapi keputusan itu sangat menguntungkan Monsanto.?

Itu kesan yang salah. Pemerintah membuat tiga kebijakan yang me-rugikan Monsanto. Pertama, kita hanya mengizinkan kapas transgenik dilepas dengan syarat. Padahal Monsanto ingin tanpa syarat. Kedua, kami tidak izinkan dia melepas benih jagung transgenik. Dan ketiga, saya menderegulasi monopoli herbisida mereka sejak Orde Baru. Monsanto ini memulainya dari kapas, namun targetnya bukan kapas, melainkan jagung. Saya tahu itu.


Apakah Monsanto agresif melobi Anda?

Mereka sangat agresif, dan itu wajar-wajar saja bagi perusahaan untuk memperjuangkan nasibnya. Jangan anggap lobi itu sesuatu yang jelek.


Monsanto mengaku menyuap istri pejabat Pertanian....

Kasihan kami ini. Saya bilang, kejamnya orang ini. We have to love our neighbour, we have to love our friend. Saya tidak terkejut, tapi kasihan. Karena saya tidak pernah menerima langsung ataupun tidak langsung. Jadi, apa yang saya takutkan?


Apakah kini Anda merasa terkena getahnya?

Tidak. Kenapa saya bisa disebut kena getah? I saved the republic. Ini pertama kalinya orang Indonesia men-disiplinkan perusahaan multinasional. Monsanto tidak bisa memaksakan keinginan.


Mungkin Anda tidak menerima sesuatu, tapi di tingkat bawah?

Kemungkinan itu ada saja. Tapi berapa yang bisa mereka lobi? Jika ada yang dapat dan ada yang tidak dapat, akhirnya bocor. Ini logika saja.


Monsanto mengaku telah menyuap puluhan pejabat.?

Mereka mengaku di pengadilan sana. Kenapa kita anggap itu kebenaran? Cek dan recek di mana nyangkutnya uang itu. Apakah ada jaminan benar uang itu diterima pejabat-pejabat di Indonesia? Kita jangan sampai masuk desain orang lain.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data