Saya Menyelamatkan Republik |
Sebagai pejabat yang mengizinkan penanaman terbatas kapas transgenik, mantan Menteri Pertanian Bungaran mengaku tidak terusik berita penyuapan oleh Monsanto. ?Saya tidak pernah menerima suap dari mereka,? ujarnya. Kamis pekan lalu, sehari sebelum dipanggil KPK, wartawan Tempo L.R. Baskoro, Maria Rita, Rr. Ariyani, dan Agus Hidayat mewawancarai Bungaran di sebuah hotel di Bogor. Berikut petikannya.
Kenapa dulu Anda mengizinkan penanaman kapas transgenik?
Karena kapas itu tidak masuk mulut manusia dan hewan. Juga ada demonstrasi petani yang menginginkan tanaman kapas itu. Memang ada yang menolak, tapi semuanya kita kaji. Nah, dalam keadaan begitu, saya ambil risiko. Saya memihak petani, karena petani menuntut.
Tapi keputusan itu sangat menguntungkan Monsanto.?
Itu kesan yang salah. Pemerintah membuat tiga kebijakan yang me-rugikan Monsanto. Pertama, kita hanya mengizinkan kapas transgenik dilepas dengan syarat. Padahal Monsanto ingin tanpa syarat. Kedua, kami tidak izinkan dia melepas benih jagung transgenik. Dan ketiga, saya menderegulasi monopoli herbisida mereka sejak Orde Baru. Monsanto ini memulainya dari kapas, namun targetnya bukan kapas, melainkan jagung. Saya tahu itu.
Apakah Monsanto agresif melobi Anda?
Mereka sangat agresif, dan itu wajar-wajar saja bagi perusahaan untuk memperjuangkan nasibnya. Jangan anggap lobi itu sesuatu yang jelek.
Monsanto mengaku menyuap istri pejabat Pertanian....
Kasihan kami ini. Saya bilang, kejamnya orang ini. We have to love our neighbour, we have to love our friend. Saya tidak terkejut, tapi kasihan. Karena saya tidak pernah menerima langsung ataupun tidak langsung. Jadi, apa yang saya takutkan?
Apakah kini Anda merasa terkena getahnya?
Tidak. Kenapa saya bisa disebut kena getah? I saved the republic. Ini pertama kalinya orang Indonesia men-disiplinkan perusahaan multinasional. Monsanto tidak bisa memaksakan keinginan.
Mungkin Anda tidak menerima sesuatu, tapi di tingkat bawah?
Kemungkinan itu ada saja. Tapi berapa yang bisa mereka lobi? Jika ada yang dapat dan ada yang tidak dapat, akhirnya bocor. Ini logika saja.
Monsanto mengaku telah menyuap puluhan pejabat.?
Mereka mengaku di pengadilan sana. Kenapa kita anggap itu kebenaran? Cek dan recek di mana nyangkutnya uang itu. Apakah ada jaminan benar uang itu diterima pejabat-pejabat di Indonesia? Kita jangan sampai masuk desain orang lain.
|