Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/XXXIII/05 - 11 Juli 2004
   
Arsip

TEMPO, 23 Desember 1989

Sebulan penuh para calon presiden dan wakilnya mengumbar janji. Mereka sepertinya tak canggung lagi mengungkap hasrat untuk berkuasa. Bukan hanya jalan utama yang mereka sambangi, pasar-pasar kumuh pun tak luput jadi ajang kampanye. Mereka mencoba segala kiat, gaya, dan retorika untuk menyampaikan pesan serupa: ?Pilihlah Kami.?

Ini hal baru yang 15 tahun lalu belum terbayangkan. Saat itu, kursi kepresidenan masih disakralkan sebagai anugerah Tuhan bagi orang pilihan. Jangankan meminta dipilih, sekadar menyimpan ambisi jadi presiden saja bisa dianggap tak tahu diri. Kondisi itulah yang membuat Menteri Dalam Negeri Rudini sampai harus bersumpah. ?Demi Allah, saya tidak punya ambisi jadi presiden,? katanya di depan peserta Musyawarah Nasional AMPI di Pondok Gede, Jakarta, 17 Desember 1998. Sumpah ini jadi jawaban atas pertanyaan peserta musyawarah tentang sepak terjang politik Rudini saat itu.

Dengan ukuran waktu itu, Rudini merupakan pejabat langka yang berani bicara blak-blakan. Ucapannya sering jadi kepala berita media massa. Oleh sementara pihak, Rudini dicurigai tengah mendulang popularitas menuju kursi presiden. Padahal, meski telah lima kali dilantik, Presiden Soeharto saat itu belum memberikan isyarat serius akan mundur. Seperti takut dianggap menteri yang tak berbakti, Rudini pun sampai harus bersumpah. Untung saja, zaman ketika ambisi saja dianggap haram kini sudah lewat.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data