Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 19/XXXII/07 - 13 Juli 2003
   
Ekonomi dan Bisnis

Jalan Indosiar Masih Panjang

PT Indosiar Visual Mandiri butuh waktu panjang untuk menjadi perusahaan tertutup sekaligus memindahkan kepemilikan saham investornya ke perusahaan induk baru. Bursa Efek Jakarta memberi banyak syarat kepada Indosiar jika perusahaan ini hendak merealisasi rencana delisting itu. Direktur Pencatatan BEJ, Harry Wiguna, menengarai sifat kedua perusahaan itu berbeda. Indosiar bersifat operasional, sedangkan perusahaan induk barunya hanya sebatas perusahaan investasi, payung anak perusahaan. ”Ini harus dijelaskan ke publik,” ujar Harry pekan lalu.

Kepala Badan Pengawas Pasar Modal, Herwidayatmo, menegaskan bahwa keinginan itu ada prosedurnya. Sama halnya dengan prosedur go private. Syaratnya, kata Harry, rencana tersebut harus disetujui tiga perempat pemegang saham minoritas. Perusahaan juga harus membeli kembali saham yang berada di tangan publik. Jika Indosiar keluar dari bursa, perusahaan induk tidak bisa secara otomatis menggantikannya. Perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di bursa harus memenuhi syarat: perusahaan sudah beroperasi satu tahun dan menjalani audit keuangan oleh akuntan publik. Untuk tercatat di papan utama, harus beroperasi minimal tiga tahun dengan membukukan laba Rp 30 miliar, dengan aset Rp 300 miliar.

Usai rapat umum pemegang saham Senin pekan lalu, Indosiar menyampaikan rencana itu ke publik. Perubahan itu tidak terelakkan karena Undang-Undang Penyiaran yang baru membatasi kepemilikan asing hanya 20 persen. Sebagai perusahaan publik, jatah asing Indosiar jelas akan melewati batas tersebut. Direktur Keuangan Indosiar, Phiong Phillipus Darma, mengatakan rencana itu telah disetujui pemegang saham. Targetnya, selesai satu tahun sudah menjadi perusahaan tertutup, lalu kepemilikan sahamnya langsung ditransfer ke perusahaan induk, yakni Indosiar Karya Media.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data