|
BERBAGAI komentar tentang Inul Daratista sudah berlebihan. Ada yang menyorotnya dari sisi ”otonomi perempuan atas tubuhnya”, dari sisi ”kontribusi Inul terhadap proses kreatif” juga ”kebebasan berekspresi”. Saya termasuk yang berseberangan dengan pandangan itu.
Marilah kita lihat fenomena Inul dan goyangnya dalam proporsi dan ukuran yang wajar. Apakah goyang Inul suatu seni kreatif? Kreatif dan hebat, ya. Tapi apakah tergolong seni? Tentu tidak. Apakah goyang Inul termasuk sopan karena dia berbusana tertutup? Betul tertutup, tetapi garis pantat terlihat jelas. Bukankah goyang Inul ekspresi kebebasan? Betul jika diperuntukkan orang dewasa, misalnya dalam lingkungan terbatas seperti klub malam atau disko.
Yang paling diuntungkan adalah stasiun televisi yang mampu menggaet penonton dalam jumlah besar untuk dipersembahkan ke dunia periklanan. Tentu saja ini tujuan dari semua stasiun televisi komersial di mana saja, termasuk di Indonesia.
Hanya, goyang Inul sarat erotisme, dan tidak pantas ditayangkan pada jam tayang untuk keluarga.
INKE MARIS
Jakarta
|