|
Kewaspadaan mutlak perlu dipasang saat membeli dan memilih hewan kurban. Sesuai dengan ajaran agama, pilihlah hewan kurban yang sehat dan segar. Jangan pilih hewan yang menampakkan gejala antraks, antara lain gemetar, sesak napas, gelisah, dan tidak punya nafsu makan.
Bakteri antraks, Bacillus antracis, termasuk kuman tanah. Spora, bibit bakteri, yang sudah tertanam puluhan tahun di dalam tanah bisa aktif kembali bila terbawa air hujan, menempel di rumput, dan kemudian termakan oleh hewan ternak. Kuman ini akan bergegas menyerang sel-sel darah, jaringan limfa, dan hati hewan yang terinfeksi.
Aksi serangan antraks berlangsung cukup cepat. Hanya dalam tempo 1-3 hari setelah terinfeksi, hewan akan mengalami kejang, perdarahan hebat, dan mati. Lazimnya, hewan yang sekarat akan mengeluarkan darah kehitaman dari lubang tubuhnya, misalnya telinga, mulut, hidung, atau anus.
Nah, jika mendapati hewan yang demikian, sebaiknya Anda segera lapor ke dinas peternakan atau dokter hewan terdekat. Soalnya, demi mencegah penularan lebih lanjut, hewan yang positif antraks sama sekali tak boleh dipotong. Prosedur standarnya, hewan mesti dibakar dan jasadnya dikubur dengan kedalaman dua meter. Kuburan ini pun mesti ditutup dengan semen, kapur, dan bila perlu dicor dengan beton.
Sementara itu, hewan ternak yang masih sehat secepat mungkin diberi vaksin penangkal antraks.
Mardiyah Chamim
|