Utang Danareksa Direstrukturisasi |
Siuman. Itulah kata yang tepat untuk Danareksa saat ini. Setelah beberapa waktu lalu sebuah konsultan keuangan independen meramalkan lembaga keuangan pelat merah ini bakal semaput karena tak bakal mampu membayar US$ 174 juta utangnya, kini lembaga keuangan itu bisa bernapas lega. Sejumlah kreditor telah sepakat melakukan restrukturisasi atas utang-utang itu. Mereka adalah Arab Bank, Bayerische Hypo-Und Vereins Bank AG, Kookmin Bank, ABSA Bank, dan Royal Bank of Scotland. Perjanjian restrukturisasi ini telah diketuk di Singapura pekan lalu.
Dalam kesepakatan itu, Danareksa berjanji melakukan buy back alias pengambil-alihan utang senilai US$ 49 juta. Para kreditor juga sepakat memberi waktu hingga Desember 2007 bagi Danareksa untuk mencicil utang-utangnya. Ini sebetulnya restrukturisasi kedua. Restrukturisasi pertama disepakati April 1999. Dalam perjanjian pertama itu Danareksa harus melakukan buy back atas utangnya senilai US$ 17 juta dan melunasi utangnya hingga Januari 2002. Namun, hingga Januari lalu Danareksa kesulitan membayar utang-utangnya itu.
Menurut analis pasar modal Lin Che Wei, agar bisa bertahan, paradigma usaha Danareksa harus lebih terfokus pada bisnis bank investasi dan melupakan hobinya menjalankan usaha di luar bidangnya, sebagaimana kerap dilakukannya selama ini.
|