Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 25/XXXI/19 - 25 Agustus 2002
   
Ekonomi dan Bisnis

Memburu Penggelap Pajak

DIREKTORAT Jenderal Pajak kini sedang giat berburu penggelap pajak. Pekan lalu, Direktur Jenderal Pajak Hadi Purnomo mengungkapkan bahwa ada 95 persen mobil mewah di Jakarta (sekitar 5.000 unit) yang tak membayar pajak. Pajak yang nilainya mencapai triliunan rupiah tersebut "akan kami tagih secepatnya," ujar Hadi Purnomo.

Boleh dibilang langkah sigap Direktorat Jenderal Pajak tersebut mirip sopir angkutan kota yang mengejar setoran. Soalnya, untuk menutup APBN tahun 2002, pemerintah menargetkan Ditjen Pajak meraup Rp 184 triliun. Untuk mencapai target itu, aparat pajak harus digenjot habis-habisan. Soalnya, hingga kini realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 97 triliun.

Sebenarnya, potensi pemasukan pemerintah dari sektor pajak masih terbuka lebar. Berdasarkan penelitian Ditjen Pajak, tax ratio (perbandingan realisasi dan potensi pajak) di Indonesia masih terbilang rendah. Tahun ini, tax ratio kita hanya 12,8 persen. Padahal negeri jiran Malaysia telah mencapai tax ratio 40 persen. Bahkan Singapura mencapai tax ratio 80 persen.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data