Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 47/XXIX/22 - 28 Januari 2001
   
Ekonomi dan Bisnis

APP Menunggu Vonis

Grup Sinar Mas boleh memperdaya, tapi pasar tidak mudah teperdaya. Sepintar-pintar manajemen Sinar Mas menyiasati kondisi keuangannya yang rawan, toh ketahuan juga dan langsung direspons pasar. Tak ayal lagi, harga semua saham milik konglomerat Eka Tjipta ini langsung anjlok sampai 73 persen dan beberapa di antaranya, seperti saham Asia Pulp & Paper (APP), yang tercatat di New York Stock Exchange (NYSE), dan Bank Internasional Indonesia (BII) di Bursa Efek Jakarta (BEJ), terancam delisting.

Menurut analis SocGen Securities, Lin Che Wei, notification dari NYSE sewaktu-waktu bisa turun dalam waktu dekat ini. Namun, komisaris Sinar Mas, Sulistiyanto, mengatakan sampai kemarin belum menerima surat apa pun dari NYSE mengenai nasib APP. Saham BII juga masih bisa selamat dari ancaman , karena 16 Januari lalu BEJ menunda pemberlakuan peraturan delisting No. Kep-316/BEJ/062000.

Di tengah tekanan keuangan yang berat, manajemen Grup Sinar Mas memang tidak mempunyai banyak pilihan untuk menyelamatkan APP. Rapat umum pemegang saham segera harus mengambil tindakan drastis dengan menjual aset dan mengurangi beban utang. NYSE sendiri memberi batas waktu enam bulan kepada APP untuk menaikkan harga saham di atas satu dolar.

Kalau dilihat dari kondisi keuangannya, pekerjaan menaikkan harga saham tentu sangat berat. Bond exchange offer yang ditawarkan kelompok Sinar Mas untuk memperpanjang masa jatuh tempo obligasinya belum juga disetujui oleh US Securities Commission (semacam Bapepam di Amerika Serikat). Sementara itu, ada US$ 870 juta obligasi yang segera jatuh tempo jika APP di-delisted dari NYSE karena menggunakan sistem put option. Total seluruh utang luar negeri Kelompok Sinar Mas mencapai US$ 12 miliar. Selain itu, ada pula utang di dalam negeri US$ 1,4 miliar.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data