Search  
 
| Advance search | Registration | Help | About us
 
 
Edisi. 11/XXIIIIIIII/17 - 23 Mei 1999
   
Kesehatan

Tips Kesehatan

Mencegah Penuaan Dini


Menjadi tua memang tidak bisa dicegah. Tapi tampak muda bisa diusahakan. Ini bukan hendak melawan "kodrat". Sebab, ketuaan, selain disebabkan oleh faktor dari dalam, seperti faktor genetis atau hormonal, juga disebabkan oleh faktor luar. Salah satu "musuh" yang membuat orang jadi cepat terlihat tua adalah sinar matahari.

Karena itu, agar tak terlalu dini menjadi keriput, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah meminimalkan paparan sinar matahari. Tapi, bagaimana bila pekerjaan Anda tak memungkinkan untuk menolak sinar matahari? Para dokter kulit dan ahli kecantikan mencoba menjawabnya dengan menawarkan krim-krim peremaja kulit. Itu pula yang dilakukan perusahaan farmasi Jansen Pharmaceutica ketika pekan lalu memperkenalkan Retin-A.

Retin-A adalah salep yang menggunakan bahan dasar tretinoin atau asam retinoat, yang merupakan turunan vitamin A. Tretinoin, yang mulanya digunakan dalam salep untuk menyembuhkan jerawat, ternyata juga membuat kulit wajah menjadi lebih kinclong. Setelah diteliti, ternyata tretinoin memiliki kemampuan membentuk kolagen serta elastin baru, yang membuat kulit wajah kencang.

Dalam dunia kecantikan, Jansen Pharmaceutica bukanlah produsen pertama yang menggunakan tretinoin untuk meremajakan wajah. Tretinoin diperkenalkan sejak 1990 dan antara lain digunakan pada Ekstraderm, merek dagang dari Filipina, yang meramunya bersama zat hidroquinon yang berfungsi memutihkan wajah dan berfungsi menghambat pembentukan pigmen sehingga kulit menjadi bersih. Ekstraderm adalah produk yang cukup populer dan bisa diperoleh dengan mudah di pasar bebas.

Tapi, apakah kulit yang mulus dan awet muda bisa diperoleh dengan gampang? Jangan salah dan terkecoh. Kulit wajah nan mulus hanya diperoleh oleh mereka yang tekun, talaten, dan sabar. Krim tretinoin tak bisa dalam sekejap membuat kulit bak kulit remaja. Hasilnya baru tampak paling cepat setelah 16 minggu pemakaian. Bahkan, ada yang perlu menunggu empat tahun sebelum mendapatkan kulit wajah yang kencang. Selain itu, krim peremaja kulit sering kali membuat wajah jadi mirip kepiting rebus. "Efek samping tretinoin pada kulit memang akan membuat tampak merah, mengelupas, gatal-gatal, dan pada beberapa kasus dilaporkan menjadi lebih hitam. Tapi, jika obatnya distop sementara, kulit akan segera bisa pulih kembali," kata dokter konsultan herbal kecantikan, Sathya B. Negara, kepada Hani Pudjiarti dari TEMPO.

Menurut Sathya, meng- hitamnya kulit itu akibat proses peradangan yang hebat dan luar biasa. Kulit yang hitam dan mengelupas juga mungkin terjadi karena tretinoin sering dipergunakan pada saat pemakainya berjemur di matahari.

Efek samping yang tidak diinginkan juga bisa terjadi bila pasien menggunakan sabun atau obat muka yang mengandung pengering seperti sulfur. Kalau sudah begini, hentikan penggunaannya, atau kurangi dosis pemakaiannya, misalnya menjadi dua jam atau satu jam dalam sehari.

Karena itu, penggunaan tretinoin seharusnya memang disesuaikan dengan sensitivitas kulit dan dilakukan setelah berkonsultasi dengan dokter. Retin-A sendiri dipasarkan dengan tiga kadar tretinoin, yakni 0,025 persen, 0,5 persen, dan 0,1 persen, yang harus digunakan pada malam hari agar tak berinteraksi negatif dengan sinar surya. Untuk kulit sensitif dan rentan terhadap matahari, dianjurkan menggunakan salep yang berkadar paling rendah.


Manfaat Delapan Gelas Air Sehari


Minum bukan hanya melepaskan dahaga, tapi juga berguna untuk melawan kanker kandung kemih, jenis kanker yang banyak encabut nyawa pria. Begitu saran Dominique Michaud, peneliti dari Harvard School of Public Health, seperti yang dimuat New England Journal, Kamis dua pekan silam, dan dikutip Associated Press. Katanya, dengan banyak minum—kopi, susu, soda, sari buah, bahkan bir—risiko terjangkit kanker bisa direduksi.

Sebagai peneliti, Michaud tentu tidak asal memberi saran tanpa dasar. Menurut studi yang dilakukannya, pria yang meneguk lima gelas minuman atau kurang dalam sehari akan menerima risiko lebih besar dua kali lipat dibandingkan dengan pria yang mengonsumsi delapan gelas. Sedangkan pada pria yang minum sedikitnya enam gelas air per hari, risiko terkena kanker kandung kemih hanya separuhnya dibandingkan dengan yang minum kurang dari segelas sehari.

Para ilmuwan percaya bahwa banyak minum membuat frekuensi buang air makin sering dan itu berarti kandung kemih lebih sedikit terpapar dengan karsinogen atau substansi penyebab kanker. Akan makin baik bila pria juga tidak merokok. Sebab, jumlah karsinogen dalam urin akan makin banyak terdapat pada perokok. Penelitian Michaud ini menemukan, risiko terkena kanker kandung kemih pada perokok berat empat kali lebih besar dibandingkan dengan yang tidak merokok.


 
buatan Radja|endro
Majalah Tempo
30/XXXVII/15 - 21 September 2008

 

Berita lainnya

Iqbal di Sel Polres Jakarta Pusat, Billy di Jakarta Barat - 18 Sep 2008 | 07:53 WIB
Wenger: Arsenal Kurang Insting Pembunuh - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Bate Tak Kuasa Hadapi Madrid - 18 Sep 2008 | 07:46 WIB
Ditinggalkan Dua Bintang, Tim Amerika Masih Berpeluang - 18 Sep 2008 | 07:34 WIB
Hasil dan Klasemen Liga Champion   - 18 Sep 2008 | 07:33 WIB
Polisi Tilang Puluhan Pembalap Liar - 18 Sep 2008 | 07:31 WIB
Pemerintah Amerika Keluarkan Surat Utang untuk Bank Sentral - 18 Sep 2008 | 07:26 WIB
BI Mataram Siapkan Rp500 Miliar Uang Pecahan - 18 Sep 2008 | 07:17 WIB
Diduga Korupsi, Pejabat Departemen Pendidikan Ditahan - 18 Sep 2008 | 07:13 WIB
Muenchen Cemerlang - 18 Sep 2008 | 07:07 WIB
>

index berita

buatan danendro | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Nasional | Ekonomi & Bisnis | Nusa | Jakarta | Indikator | Opinet
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data